Mohon tunggu...
Muhammad Farras Shaka
Muhammad Farras Shaka Mohon Tunggu... Mahasiswa - Free mind, reflective, and critical.

Seorang terpelajar mesti adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Merangkul Sepi

12 September 2022   17:54 Diperbarui: 12 September 2022   17:56 136
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Berbahagialah mereka yang duduk...

Yang duduk dengan kediriannya...

Yang duduk dengan hatinya...

Yang duduk dengan akalnya...

Yang duduk dengan seluruh kesadarannya...

Bersenang hatilah mereka yang duduk...

Yang duduk dengan daya fikirnya...

Yang duduk dengan ketajaman nuraninya...

Yang duduk, dan kembali duduk, dengan kritiknya terhadap dunia...

Sungguh tidak ada yang beres begitu saja tentang dunia ini....

Ku terpanggil untuk mengkritiknya...

Sungguh realitas itu kadang menakutkan...

Ku dipanggil untuk menghadapinya...

Mungkin, bagiku, sepi adalah teman, sepi adalah nasib...

Ku rangkul dan ku peluk sang sepi...

Karena sepi adalah kawan dari hewan yang berpikir...

Sepi, keindahan yang menakutkan bagi banyak insan...

Dan karena ku berakal, ku terpaksa merangkulnya...

Aku, ditakdirkan untuk memeluk sepi, bahkan di tengah keramaian...

Aku siap! Aku pertegas, aku siap!

Sebagaimana  Gie katakan, ku memilih menjadi manusia merdeka...

Diriku pun demikian!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun