Data seperti jumlah pelamar, jumlah orang yang diterima bekerja, dan jenis pekerjaan yang ditawarkan harus dianalisis untuk memastikan acara ini memberikan hasil nyata.
5. Kerjasama dengan Institusi Pendidikan
Melibatkan institusi pendidikan, seperti universitas dan sekolah kejuruan, dapat membantu menjembatani kesenjangan antara lulusan baru dan kebutuhan dunia kerja.Â
Hal ini dapat dilakukan melalui bimbingan karier, penyelarasan kurikulum, atau program magang yang terintegrasi.
6. Fokus pada Inklusi dan Diversitas
Job fair harus dirancang untuk inklusif, menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk difabel, pekerja senior, dan ibu rumah tangga yang ingin kembali bekerja.Â
Pendekatan ini dapat meningkatkan peluang kerja bagi lebih banyak individu dan mengurangi ketimpangan di pasar tenaga kerja.
Kesimpulan
Job fair mingguan memiliki potensi besar untuk membantu menekan angka pengangguran di Indonesia.Â
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada perencanaan dan pelaksanaan yang tepat. Jika hanya dilakukan sebagai formalitas tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasar tenaga kerja dan pencari kerja, program ini berisiko menjadi langkah yang kurang efektif.
Sebaliknya, dengan melibatkan perusahaan yang benar-benar berkomitmen, menyediakan lowongan kerja yang beragam, serta mendukung peserta melalui pelatihan dan pendampingan, job fair mingguan bisa menjadi salah satu solusi nyata dalam mengatasi pengangguran.