Oleh Mahasiswa
Muhammad Arif Fadillah
Dosen Pengampuh
Saeful Mujab
Abstrak
Tri Adhianto Tjahyono (lahir 3 Januari 1970) adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bekasi (2018--2022), Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi (2022), dan kemudian Wali Kota Bekasi. Ia menggantikan Rahmat Effendi yang tersandung kasus korupsi. Saat ini, Tri juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi.
Dalam perjalanan kariernya, Tri memiliki rekam jejak panjang di bidang pemerintahan, terutama di sektor infrastruktur. Ia pernah bertugas di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, PT Kereta Api Indonesia, dan Pemerintah Kota Bekasi. Jabatan strategis yang pernah ia pegang meliputi Kepala Bidang Lalu Lintas hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Pada Pilkada 2024, Tri Adhianto bersama Abdul Haris Bobihoe mencalonkan diri sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi dengan slogan "Bekasi Keren." Mereka berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan yang jujur dan amanah, menjalin komunikasi dengan masyarakat, serta menjaga tradisi, seni, dan budaya lokal. Visi mereka adalah mewujudkan Kota Bekasi yang semakin cerdas, kreatif, maju, sejahtera, dan ihsan.
Empat misi utama kampanye mereka mencakup peningkatan kualitas hidup dan lingkungan perkotaan, pembukaan lapangan kerja dengan mendorong inovasi dan teknologi, menciptakan iklim investasi yang adil, serta memperkuat manajemen pemerintahan untuk menjadikan Kota Bekasi bertaraf internasional.
Dalam strategi kampanyenya, Tri Adhianto menonjolkan penggunaan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Pendekatan ini sesuai dengan literatur komunikasi politik yang menekankan pentingnya interaksi dua arah antara kandidat dan masyarakat. Media sosial digunakan untuk menyampaikan visi-misi, mendengarkan aspirasi warga, dan membangun kepercayaan publik, terutama di kalangan generasi muda.
Kampanye Tri Adhianto menggabungkan pengalaman profesionalnya dengan inovasi digital. Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan citra sebagai pemimpin yang kompeten, peduli, dan responsif. Kombinasi antara rekam jejak yang solid dan pendekatan komunikasi terbuka menjadi fondasi utama untuk meraih dukungan masyarakat Kota Bekasi.