Di sinilah sebenarnya kunci penyelesaian masalah itu: memilih sikap dan kata yang tepat. Bahwa benar dialog, rembugan atau diskusilah cara penyelesaian terbaik dari setiap persoalan kita. Dialog, rembugan atau diskusi tentu berbeda dengan bertengkar. Dialog ditujukan untuk mencari solusi sedang bertengkar lebih untuk mempertaruhkan ego, mencari kalah menang. Dalam banyak kasus, kita kurang bisa membedakan dua hal ini.
Ciri termudah bagi kita untuk mengenali pembicaraan kita sebagai dialog atau bertengkar, bisa dilihat dari pilihan kata dan sikap dalam pembicaraan tersebut. Bila pembicaraan itu dilakukan dengan kata dan sikap yang lembut, kalimat-kalimatnya sejuk dan menyenangkan, tidak muncul sikap merendahkan atau memperolok, menurut penulis, pembicaraan semacam ini lebih layak disebut dialog, rembugan atau diskusi.
Sedang pertengkaran adalah pembicaraan yang memuat ciri-ciri yang berlawanan dari ciri-ciri di atas. Saat seseorang melakukan pembicaraan disertai dengan kata dan sikap kasar, menyakiti, merendahkan dan dalam batas-atas tertentu memuat olok-olok, menurut penulis, pembicaraan semacam ini lebih layak disebut pertengkaran, atau minimal awal penyulut sebuah pertengkaran.
Saat sebuah keluarga dirundung persoalan, apapun persoalan itu, kemudian antar anggota keluarga berkenan menyelesaikan dengan dialog, besar kemungkinan akan segera tersimpul solusi yang disepakati semua pihak. Sebaliknya bila anggota keluarga tersebut memilih bertengkar, melakukan pembicaraan dengan kata dan sikap kasar, menyakiti, cenderung merendahkan dan berolok-olok besar kemungkinan pembicaraan yang awalnya ditujukan untuk mencari solusi berubah menjadi ajang pertarungan ego dan hanya untuk mencari kalah-menang.
Walhasil saat masalah “mengguncang” keluarga, pilihan sepenuhnya ada pada kita. Mau menjadi pengeluh nan lembek seperti wortel, marah dan mengeras seperti telur atau justru menjadi lebih bijak dan dewasa laksana kopi nan harum.
Rembang, 21 Agustus 2016
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H