PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, sebagai maskapai penerbangan nasional Indonesia, telah menghadapi tantangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 menyebabkan penurunan drastis dalam industri penerbangan, termasuk Garuda Indonesia. Dalam menghadapi situasi ini, manajemen perusahaan, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Irfan Setiaputra, berfokus pada upaya pemulihan kinerja melalui berbagai strategi manajerial. Artikel ini akan membahas langkah-langkah yang diambil oleh manajemen Garuda Indonesia dalam upaya pemulihan kinerja perusahaan. Sebelum pandemi, Garuda Indonesia mengalami kinerja keuangan yang stabil. Namun, pada kuartal III 2020, perusahaan mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp15,19 triliun, penurunan pendapatan dari Rp50,26 triliun pada kuartal III 2019 menjadi Rp16,04 triliun pada kuartal III 2020. Utang perusahaan mencapai Rp98,79 triliun, terdiri dari utang jangka pendek Rp32,51 triliun dan utang jangka panjang Rp66,28 triliun.
Strategi Pemulihan Kinerja
1. Restrukturisasi Keuangan
  Manajemen Garuda Indonesia melakukan restrukturisasi utang untuk mengurangi beban keuangan perusahaan. Pada tahun 2022, Garuda Indonesia berhasil mendapatkan persetujuan dari kreditur untuk merestrukturisasi lebih dari $9 miliar utang, yang merupakan langkah penting dalam pemulihan keuangan perusahaan.
2. Efisiensi Operasional
  Untuk meningkatkan efisiensi, Garuda Indonesia melakukan penyesuaian kapasitas armada dan rute penerbangan. Manajemen fokus pada penerbangan domestik yang memiliki permintaan stabil, sementara beberapa rute internasional dikurangi atau dihentikan sementara. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan utilisasi armada.
3. Program Pensiun Dini
  Sebagai bagian dari upaya efisiensi, Garuda Indonesia menawarkan program pensiun dini kepada karyawan. Hingga Juni 2021, lebih dari 100 karyawan telah mengajukan pensiun dini, yang membantu perusahaan mengurangi biaya tenaga kerja dan menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan operasional.
4. Diversifikasi Sumber Pendapatan
  Garuda Indonesia berupaya mendiversifikasi sumber pendapatan dengan meningkatkan layanan kargo dan menjalin kemitraan strategis dengan mitra usaha. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan non-penumpang dan mengurangi ketergantungan pada pendapatan dari penumpang.
5. Peningkatan Layanan Pelanggan
  Manajemen Garuda Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pelanggan melalui pelatihan karyawan, peningkatan fasilitas di bandara, dan inovasi layanan digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan perusahaan.
Meskipun telah melakukan berbagai upaya pemulihan, Garuda Indonesia menghadapi beberapa tantangan, antara lain:
- Persaingan yang Ketat : Industri penerbangan domestik Indonesia sangat kompetitif, dengan banyaknya maskapai yang menawarkan layanan serupa. Garuda Indonesia harus berusaha untuk membedakan diri melalui kualitas layanan dan efisiensi operasional.
- Fluktuasi Permintaan Pasar : Permintaan penumpang dapat berfluktuasi akibat faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan situasi global. Garuda Indonesia perlu memiliki strategi adaptif untuk menghadapi perubahan permintaan pasar.
- Keterbatasan Sumber Daya : Proses restrukturisasi dan efisiensi operasional memerlukan sumber daya yang signifikan. Garuda Indonesia harus memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai untuk mendukung implementasi strategi pemulihan.
Perkembangan Terkini
Pada November 2024, Garuda Indonesia menunjuk Wamildan Tsani Panjaitan sebagai Direktur Utama baru. Wamildan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Lion Air, berkomitmen untuk meningkatkan kinerja keuangan dan kualitas layanan Garuda Indonesia. Ia ditugaskan untuk mengubah Garuda menjadi maskapai yang diakui secara global.
Kesimpulan
Manajemen Garuda Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis untuk memulihkan kinerja perusahaan melalui restrukturisasi keuangan, efisiensi operasional, diversifikasi pendapatan, dan peningkatan layanan pelanggan. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, upaya ini menunjukkan komitmen manajemen dalam mengembalikan Garuda Indonesia ke jalur yang sehat dan berkelanjutan. Kepemimpinan baru diharapkan dapat membawa perubahan positif dan memperkuat posisi Garuda Indonesia di industri penerbangan nasional dan internasional.
Dosen Pembimbing : Yudhistira Adwimurti, S.E, M.AKÂ
Referensi :
https://m.antaranews.com/berita/2190350/dirut-garuda-manajemen-fokus-pulihkan-kinerja-perusahaan
https://www.garuda-indonesia.com/cn/id/news-and-events/ga-bukukan-pertumbuhan-bisnis-tk2023
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI