Sebaiknya, pengulangan materi tidak diperlukan. Walaupun alasannya pendalaman, tetap saja tidak diperlukan. Kalau materi yang berat sebaiknya letakkan saja di sekolah tertinggi, SMA misalnya. Sehingga anak SD tak perlu diberikan beban materi tersebut.Â
Pengurangan mata pelajaran juga tidak pernah tercapai. Selalu saja terjadi penolakan dari kalangan yang merasa dirugikan jika mata pelajaran itu dihilangkan. Padahal, sudah bertahun-tahun anak anak dirugikan dengan jumlah pelajaran yang terlalu banyak.Â
Pengalihan pelajaran sejarah dari wajib menjadi pilihan saja sudah bikin geger. Apalagi jika dihilangkan.Â
Padahal sejarah kan bisa digabungkan dengan PKn, misalnya. Bahkan materi materi tertentu bisa masuk pelajaran bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.Â
Untuk SMP dan SMA, jumlah mata pelajaran sebaiknya tak lebih dari lima pelajaran. Â Proses pembelajaran nya yang harus lebih mendalam. Sesuai dengan minat.Â
Alangkah kasihan jika generasi muda kita terlalu banyak dibebani pengetahuan yang belum tentu ada manfaat nya bagi masa depan mereka. Apa seorang anak yang berhasrat ingin menjadi musisi harus capek Capek belajar matematika?Â
Yah, mari kita sadari bersama bahwa pendidikan itu untuk anak-anak kita. Pikirkan kebutuhan mereka untuk masa depan nya. Bukan malah memikirkan ego sendiri.Â
Sudah saatnya beban kurikulum dikurangi. Tanpa itu, pendidikan akan semakin membosankan bagi generasi muda kita.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H