Bagaimanapun situasinya, kita harus tetap optimis, bukan?
Namun, coba renungkan ini: Dalam satu dekade terakhir ini sudah banyak online learning yang memanfaatkan AI, karena:
 1. tidak dibutuhkan guru yang banyak,
 2. hanya diperlukan waktu yang amat sedikit untuk merancang modul belajar,Â
3. tiap murid mendapatkan modul belajar yang spesifik,Â
4. lebih banyak jenis pembelajaran yang bisa disediakan,Â
5. mudah melacak progres dari proses belajar,Â
6. lebih mudah merancang return of investment bagi perusahaan penyedia online learning.
Padahal mengajar adalah profesi yang sangat banyak dikerjakan orang, karena semua orang membutuhkan pendidikan macam-macam sejak lahir hingga ajal tiba, terutama di era digital sekarang yang semua cepat sekali berubah. Semua orang kadang menjadi guru bagi orang lain, namun semua itu telah mulai digantikan oleh AI.
Jadi AI akan mengambil semua pekerjaan atau profesi yang dulu dikerjakan oleh manusia di seluruh permukaan Bumi ini. Sebagaimana kita tahu, AI sudah menciptakan musik, lukisan, bahkan desain mobil yang lengkap dengan spesifikasi mesinnya.
Jadi kemampuan beradaptasi yang seperti apa yang kita butuhkan, selain harus tetap bersikap optimis? Mungkin pertanyaan itu bisa kita serahkan ke AI? Tentu itu ironi.