Mohon tunggu...
Muzamil Misbah
Muzamil Misbah Mohon Tunggu... Freelancer - Orang biasa yang gemar baca buku, makan dan jalan-jalan

Suka menulis tentang ekonomi dan puisi, financial literacy enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Tri Hita Karana: Filosofi Masyarakat Bali dalam Menghadapi Kehidupan yang Penat

2 Agustus 2023   06:00 Diperbarui: 2 Agustus 2023   06:15 636
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pura besakih, Bali. sumber: freepik

Kehidupan adalah perjalanan penuh liku-liku, penuh tantangan, dan kadang menyakitkan. 

Bagaimanapun, alam memiliki keajaiban penyembuhan yang dapat membantu kita menemukan kembali keseimbangan dalam hidup kita. 

Semangat juang untuk bertahan dan memenangkan persaingan telah membutuhkan kerja keras, dan akhirnya, saya menyadari bahwa saya telah kehilangan diri saya dalam dinamika kota yang keras. 

"Ada tiga gerbang menuju penghancuran diri dan neraka yaitu nafsu, kemarahan dan keserakahan" Bhagavad Gita.

Inilah saatnya untuk berhenti sejenak, dan saya memutuskan untuk mengambil liburan singkat di Bali, tempat yang terkenal dengan terapi alamnya, kebudayaan yang indah, dan kesederhanaannya.

Keajaiban Alam Bali

Bali telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia, karena keindahan alamnya, seni budayanya, dan spiritualitas tinggi masyarakatnya. 

Di tengah kesibukan hidup yang serba cepat, Bali menawarkan tempat sepi untuk merenung dan menyembuhkan diri. 

Pemandangan alam yang menakjubkan, adat dan budaya yang kental, serta karakter masyarakat yang ramah dan santun, semuanya menyatu dalam kesederhanaan hidup dan mengingatkan kita tentang pentingnya hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Pesona Keindahan Alam Bali

Bali memiliki keindahan alam yang luar biasa, dari pantai-pantai yang mempesona hingga pegunungan yang menakjubkan. 

Saya memulai petualangan saya dengan menjelajahi pantai-pantai Bali yang terkenal, seperti Pantai Kuta, Pantai Sanur, dan Pantai Padang Padang. 

Ombak yang tenang dan pasir putih yang lembut mengajak saya untuk berlama-lama berjalan di tepi pantai sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

 Air laut yang jernih dan warna biru langit yang cerah memberikan perasaan damai dan tenang di dalam hati.

Tidak hanya pantai, Bali juga memiliki keindahan alam yang menakjubkan di bagian pedalaman. 

Saya memutuskan untuk menjelajahi daerah-daerah pegunungan seperti Ubud dan Kintamani. Pemandangan sawah terasering yang hijau menyegarkan mata dan hati. 

Saya terpesona oleh panorama Gunung Batur dan Danau Batur yang menakjubkan. Alam Bali mengajarkan saya untuk menghargai keindahan dan keajaiban alam yang ada di sekitar kita.

Kebudayaan yang Kaya

Selain alam yang memukau, Bali juga kaya akan kebudayaan dan seni. Masyarakat Bali terkenal dengan seni tari dan musiknya yang khas. 

Tarian seperti Tari Barong, Tari Kecak, dan Tari Legong menjadi wujud penghormatan mereka kepada nenek moyang dan para leluhur. 

Masyarakat Bali melestarikan budaya mereka dari masa ke masa, dan melibatkan generasi muda dalam melestarikan tradisi ini. Saya beruntung bisa menyaksikan beberapa pertunjukan tari Bali yang sangat memukau dan sarat makna.

Tak hanya tari, seni lukis dan patung juga merupakan bagian integral dari budaya Bali. Seniman Bali menghasilkan karya-karya yang mengagumkan dengan kehalusan detail dan keindahan bentuk. 

Saya mengunjungi beberapa galeri seni dan melihat betapa kreatifnya para seniman Bali dalam mengekspresikan diri mereka melalui seni.

Kelembutan Spiritualitas Bali

Bali juga dikenal karena kelembutan spiritualitasnya. Mayoritas masyarakat Bali menganut agama Hindu Dharma yang masih kental dipengaruhi oleh adat dan budaya wujud. 

Mereka menjalankan praktik-praktik spiritual sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari mereka. Persembahan atau sesaji menjadi bagian tak terpisahkan dalam upacara-upacara adat sebagai bentuk syukur dan rasa hormat terhadap Tuhan.

Salah satu upacara adat yang khas adalah "Melukat," sebuah upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual. 

Melukat biasanya dilakukan di pura atau pemandian suci dan memiliki harapan untuk membersihkan segala hal yang bersifat buruk, kotor, atau negatif dalam diri manusia.

Saya memutuskan untuk mengikuti upacara Melukat dan merasa sangat damai setelahnya. Pengalaman ini mengajarkan saya tentang pentingnya membersihkan pikiran dan jiwa dari beban-beban yang telah lama kita simpan.

Filosofi Tri Hita Karana dan Kearifan Lokal

Konsep filosofis dalam kepercayaan Bali, Tri Hita Karana, menjadi landasan yang mengarahkan perilaku dan sikap masyarakat Bali. 

Konsep ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup antara hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. 

Tri Hita Karana menjadi konsep dasar yang membentuk karakter dan sikap masyarakat Bali, mempengaruhi cara mereka menjalani kehidupan sehari-hari.

1. Bakti: Menghormati dan Pengabdian kepada Tuhan

Masyarakat Bali terkenal dengan pengamalan spiritual yang tinggi dan selalu berusaha untuk menjalankan perbuatan baik serta menghindari perbuatan buruk untuk mendapatkan karma yang baik. 

Upacara dan penghormatan kepada Tuhan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka, sebagai bentuk syukur dan rasa hormat terhadap pencipta alam semesta.

2. Gotong Royong: Menghargai Hubungan Antar Manusia

Gotong royong menjadi nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali. 

Saling menghormati, bekerja sama, dan mufakat dalam memutuskan segala sesuatu adalah sifat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari mereka. 

Sikap saling mengingatkan dan menyayangi membuat siapapun yang datang merasa nyaman dan ingin kembali lagi.

3. Kesederhanaan: Hidup dalam Keharmonisan dengan Alam

Kesederhanaan adalah nilai yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali. Mereka hidup dengan apa adanya dan tidak sombong dalam tata hidupnya. 

Menghargai alam dengan tidak merusak lingkungan adalah bagian dari nilai kesederhanaan mereka. 

Meskipun Bali menjadi kawasan wisata yang ramai, mereka tetap mampu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya.

Melukis Keseimbangan dalam Hidup

Bali adalah contoh nyata tentang bagaimana menjalani kehidupan dengan keseimbangan. Alam yang indah, seni yang kaya, dan spiritualitas yang mendalam menjadi kombinasi yang menyelaraskan diri manusia dengan alam semesta. 

Melalui pengalaman di Bali, saya belajar untuk menemukan kembali diri saya, menghargai kehidupan, dan memandang ke depan dengan penuh semangat untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya.

Kehidupan memang tidak selalu mudah, tetapi dengan mengikuti nilai-nilai kearifan lokal seperti yang dipegang oleh masyarakat Bali, kita dapat menemukan keseimbangan dan damai di tengah kehidupan yang penuh warna. 

Dalam kesederhanaan hidup, kita dapat menemukan kekayaan yang sebenarnya, yaitu kekayaan batin dan kedamaian jiwa.

"Carilah kebahagiaan yang lebih sederhana bukan kemewahan yang lebih tinggi tetapi kebersahajaan yang lebih dalam". Mahatma Gandhi

Bali mengingatkan kita tentang arti sejati kehidupan dan menjadi oase penyembuhan di tengah kesibukan dan tekanan hidup. Melalui kesederhanaan, kita dapat menemukan kebahagiaan yang sejati. 

Dengan menjalani hidup dengan rasa syukur dan pengabdian kepada Tuhan, serta menghargai hubungan dengan sesama manusia dan alam, kita dapat menemukan kembali keseimbangan dalam hidup kita.

Bali memberikan pesan berharga tentang bagaimana menjalani kehidupan yang harmonis dan sejahtera. 

Filosofi Tri Hita Karana mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. 

Dengan menerapkan kearifan lokal ini dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun