Mohon tunggu...
Mim Yudiarto
Mim Yudiarto Mohon Tunggu... Buruh - buruh proletar

Aku hanyalah ludah dari lidah yang bersumpah tak akan berserah pada kalah....

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Novel: Serum-Bab 32

4 Mei 2020   03:54 Diperbarui: 4 Mei 2020   03:46 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Aku berhasil menerjemahkan tulisan-tulisan yang ada di dinding pesawat UFO di Area 51 you know. Salah satunya sangat menakjubkan karena sebenarnya semacam semboyan. Semesta adalah halaman yang sempit. Misi kita adalah mengetahui dari sudut ke sudutnya secara detail."Kali ini tatapan takjub Cecilia 100% sungguh-sungguh. Will sedikit tersipu.

"Jadi Area 51 itu bukan isapan jempol belaka ya Will?"Cecilia bertanya ingin tahu. Will mengangguk tegas.

"Oh ya Cecil, kau bilang perlu bantuan membaca sesuatu yang bukan benda dari bumi? Benarkah? Kau tahu, aku sangat excited mendengar informasimu itu. Aku akan coba membacakannya untukmu melalui programku."

Cecil mendorong koran di meja ke arah Will. Memberi isyarat Will agar membukanya dengan cara tidak mencolok. Ini super rahasia. Cecilia berbisik di telinga Will lalu beranjak menuju ke toilet. Will yang penasaran membuka koran dengan sangat hati-hati. Seolah koran itu bisa meledak dan menghancurkan mukanya. Akiko nyaris tertawa tergelak-gelak melihat dari sudut matanya semua tingkah orang yang pernah naksir berat terhadap Cecilia itu. Andalas berdehem lirih mengingatkan. Akiko kembali pura-pura sibuk dengan gawainya.

Will menatap benda kecil di depannya itu dengan wajah kaku. Ini tak bisa dipercaya! Jangan-jangan Cecilia sedang mengerjainya!

Dengan tangan gemetar Will menyentuh chip itu. Ah seandainya aku bisa terbang dan berada di Area 51 saat ini juga!

Cecilia sengaja berlama-lama di toilet. Agar Akiko dan Andalas bisa leluasa mengamati ekspresi dan gestur Will saat melihat benda itu. Setelah dirasa cukup, Cecilia keluar dan kembali menemui Will.

"Jadi?"Cecilia memiringkan kepalanya saat bertanya kepada Will.

"Ini...ini luar biasa Cecil!"Cecilia meletakkan telunjuk di mulut saat Will merespon dengan sangat antusias dan bersuara sedikit keras.

Will mengangguk paham. Chip ini adalah harta karun bagi ilmu pengetahuan. Sebuah pintu masuk lain untuk mengenal dunia selain bumi. Will sangat yakin benda ini bukan ciptaan manusia bumi. Dia pernah melihat benda yang serupa meskipun dalam wujud yang lebih besar di Area 51. Dan dialah yang menerjemahkan isinya.

Bogor, 18 April 2020

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun