Perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Royal Golden Eagle (RGE) tersebut menanam serta menggunakan tiga spesies utama pohon penghasil rayon, yaitu Acacia mangium, Acacia crassicarpa dan Eucalyptus. Viscose rayon yang diproduksi berasal dari pohon yang ditanam di perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan untuk mencapai emisi bersih (net zero emissions). Bahkan, proses produksinya mendapatkan sertifikasi dari lembaga independen internasional, yaitu Programme for the Endorsement of Forest Certification (Asia Pasific Rayon, 2022).
Label sustainable fashion jangan sampai merusak lingkungan. Apabila bahan baku bersumber dari alam, maka perusahaan industri tekstil harus bijak agar tidak menimbulkan kelangkaan. Di samping itu, sustainable fashion perlu memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya terbatas pada harga jual yang terjangkau untuk dibeli, tetapi juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Jika sustainable fashion dan ethical fashion dapat berjalan beriringan di tengah masifnya perkembangan zaman, maka kebutuhan masyarakat akan pakaian dapat terpenuhi dengan bijak tanpa mengorbankan lingkungan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
Referensi
Ahdiat, A. (2022, September 8). Diakses dari Databoks: https://databoks.katadata.co.id/infografik/2022/09/08/banyak-konsumen-lebih-pilih-e-commerce-untuk-belanja-fashion
Asia Pasific Rayon. (2019, November 9). Diakses dari https://www.aprayon.com/en/media-english/articles/what-is-sustainable-fashion/
Asia Pasific Rayon. (2022, February 15). Diakses dari https://www.aprayon.com/en/media-english/articles/why-viscose-fabric-is-the-future-of-the-fashion-industry/
Aulia Wara Arimbi Putri, J. I. (2020). Eksplorasi Eco Printing Daun Lanang dan Pewarnaan Alam Kayu Tegeran pada Kain Rayon sebagai Potensi Material Fashion Sustainable. Gorga: Jurnal Seni Rupa Vol. 9 No. 2, 317-325.
Envihsa. (2022, Maret 25). Diakses dari Envihsa FKM Universitas Indonesia: https://envihsa.fkm.ui.ac.id/2022/03/25/fast-fashion-tren-mode-yang-menjadi-bumerang-terhadap-lingkungan/
Jihan Pramodhawardhani Mahadinastya Endrayana, D. R. (2021). Penerapan Sustainable Fashion dan Ethical Fashion dalam Menghadapi Dampak Negatif Fast Fashion. Jurnal Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana FT UNY Vol. 16 No. 1, 1-5.
Ningsih, R. (2012). Potensi Perdagangan dan Investasi Serat Rayon di Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol. 6 No. 1, 109-128.
S. Thomas, A. V. (2002). Ethics and Innovation - Is an Ethical Fashion Industry an Oxymoron? 386-397.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI