Mohon tunggu...
Miftahurrezky KusumaFathullah
Miftahurrezky KusumaFathullah Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Universitas Muhammadiyah Malang

Berkuliah di Prodi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Malang

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Pelanggaran Acara Program TV dan Pentingnya Memilih Acara Program TV bagi Anak Remaja.

19 Juni 2021   04:00 Diperbarui: 19 Juni 2021   04:00 272
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony


Seperti yang kita ketahui KPI atau Komisi Penyiaran Umum mendapatkan beberapa pelanggaran pada acara program tv “Brownis” sebelum itu kita perlu mengetahui, berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (“UU Penyiaran”), KPI berwenang mengawasi pelaksanaan peraturan dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (“P3 dan SPS”) KPI Tahun 2012 serta memberikan sanksi terhadap pelanggaran P3 dan SPS. Berdasarkan pengaduan masyarakat, pemantauan dan hasil analisis. Seperti yang kita ketahui banyak pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa program acara tv yang tidak sesuai dengan UU Penyiaran.

Program siaran tersebut menampilkan tamu Elly Sugigi, Irfan, dan Irma Darmawangsa yang dikenal memiliki konflik pribadi. Selain itu terdapat muatan Barbie Kumalasari yang menyebutkan besaran harga dari setiap perhiasan yang dipakai. 

Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap hak privasi, perlindungan anak-anak dan remaja, serta larangan program siaran klasifikasi menampilkan muatan yang mengganggu perkembangan kesehatan fisik dan psikis remaja, seperti hedonistik.


KPI Pusat memutuskan bahwa tayangan Brownis telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012

Pasal 13, yang berbunyi ;

Lembaga penyiaran wajib menghormati hak privasi seseorang dalam memproduksi dan/atau menyiarkan suatu program siaran, baik siaran langsung maupun siaran tidak langsung.

Pasal 14 ;

Perlindungan Kepada Anak

  • Lembaga penyiaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan
    kepada anak dengan menyiarkan program siaran pada waktu yang tepat sesuai dengan penggolongan program siaran.
  • Lembaga penyiaran wajib memperhatikan kepentingan anak dalam setiap aspek produksi siaran.

dan Pasal 21 Ayat (1)

PENGGOLONGAN PROGRAM SIARAN

(1) Lembaga penyiaran wajib tunduk pada ketentuan penggolongan program
siaran berdasarkan usia dan tingkat kedewasaan khalayak di setiap acara.


(2) Penggolongan program siaran diklasifikasikan dalam 5 (lima) kelompok
berdasarkan usia, yaitu:

a. Klasifikasi P: Siaran untuk anak-anak usia Pra-Sekolah, yakni khalayak
berusia 2-6 tahun;

b. Klasifikasi A: Siaran untuk Anak-Anak, yakni khalayak berusia 7- 12 tahun;
c. Klasifikasi R: Siaran untuk Remaja, yakni khalayak berusia 13 – 17 tahun;
d. Klasifikasi D: Siaran untuk Dewasa, yakni khalayak di atas 18 tahun; dan
e. Klasifikasi SU: Siaran untuk Semua Umur, yakni khalayak di atas 2 tahun.


(3) Lembaga penyiaran televisi wajib menayangkan klasifikasi program siaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di atas dalam bentuk karakter huruf dan kelompok usia penontonnya, yaitu: P (2-6), A (7-12), R (13- 17), D (18+), dan SU (2+) secara jelas dan diletakkan pada posisi atas layar televisi sepanjang acara berlangsung untuk memudahkan khalayak penonton mengidentifikasi program siaran.

(4) Penayangan klasifikasi P (2-6), A (7-12) atau R (13-17) oleh Lembaga penyiaran wajib disertai dengan imbauan atau peringatan tambahan tentang arahan dan bimbingan orangtua yang ditayangkan pada awal tayangan program siaran.

(5) Lembaga penyiaran radio wajib menyesuaikan klasifikasi penggolongan program siaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan pengaturan tentang waktu siaran, serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 13 Ayat (1), Pasal 14 huruf a dan c, Pasal 15 Ayat (1), dan Pasal 37 Ayat (4) huruf c. Berdasarkan pelanggaran tersebut, KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis.


Adapun pendapat saya tentang pelanggaran yang dilakukan oleh program acara TV “Brownis” sebenarnya memanglah tidak layak dan memang seharusnya KPI menegur acara program TV tersebut dengan berita tertulis, karena memanglah tidak sesuai dengan peraturan komisi penyiaran Indonesia tentang pedoman perilaku penyiaran. Apalagi di dalam program acara “Brownis” sampai mengungkapkan aib-aib seseorang ini bisa jadi menjadi dampak negatif jika ada anak-anak remaja yang menonton.

Dan juga program acara TV “Brownis” telah banyak melanggar aturan pedoman tayang yang dibuat oleh KPI, kabarnya program acara TV “Brownis” sudah beberapa kali melanggar dan diberikan surat teguran oleh KPI, sehingga KPI resmi memberhentikan program acara TV yang berjudul “Brownis” selama 4 hari. Program acara yang dipandu Ruben Onsu, Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting, dan Wendi Cagur itu tak boleh tayang selama empat hari, 6-9 April 2020. KPI Pusat juga menolak surat banding atau keberatan tertanggal 20 Maret 2020 yang diajukan Trans TV atas keputusan sanksi penghentian sementara Program Acara “Brownis” yang diterbitkan KPI Pusat tertanggal 19 Maret 2020 lalu.

Dari banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh beberapa  Program acara TV apapun itu, menurut saya Stasiun TV hendaklah memilah dan memilih kembali konsep-konsep acara yang akan ditayangkan nantinya dan seharusnya mengikuti peraturan pedoman penyiaran KPI agar tidak terjadi lagi hal-hal serupa. Banyak hal yang perlu diperhatikan agar tayangan program acara TV ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan pedoman dari KPI tersebut, stasiun TV harus paham segmentasi pasar acara program mereka, jika salah maka akan menjadi dampak negatif bagi anak-anak yang menonton, ujaran kekerasan, kebencian, unsur sara dan lain-lain tidaklah pantas didengarkan oleh anak-anak yang menonton apalagi program acara TV yang “LIVE” bukan “Tapping”, dan juga untuk para host acara TV mohonlah lebih diikatkan lagi candaan yang ditampilkan di TV bisa jadi candaan yang berisi ujaran kebencian ditiru oleh anak-anak.

Pentingnya bimbangan orang tua pun menjadi sangat penting dalam menjaga atau mengawasi tontonan anak-anaknya, orang tua juga harus memilih mana acara program tv yang sesuai dengan umur anak mereka. Karena kebanyakan orang tua diluar sana, membiarkan atau melepas anaknya begitu saja di depan televisi tanpa mengetahui apa yang telah ditonton oleh anaknya. Maka dari itu menurut saya, KPI sudah berperan sebagaimana mestinya, akan tetapi juga harus dibantu dorongan oleh program TV dan wajib sesuai dengan etika pedoman perilaku penyiaran dan orang tua tentunya. Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita semua sudah memanfaatkan TV dengan baik?

Sebagai penonton, kita seharusnya bisa memilih tayangan apa saja yang bermanfaat dan yang kurang bermanfaat. Terdapat beberapa program televisi yang yang dapat kita pilih untuk menambah pengetahuan dan mnegembangkan kreativitas kita. Program tersebut diantaranya program memasak, karya kreatif, berita terkini, lokakarya motivasi dll.

Selain itu, sebagai pengguna dengan usia yang mulai beranjak dewasa, kita seharusnya bisa mengkondisikan pemanfaatan televisi untuk anak-anak. Ketika melihat seorang anak yang menonton tayangan televisi tidak ramah anak, maka kita seharusnya mengganti tayangan tersebut atau mematikan televisi untuk membuat sang anak jenuh.

Namun kenyataannya, kebanyakan orang membiarkan tayangan yang tidak ramah anak menjadi konsumsi mereka setiap harinya. Dengan memaksimalkan peran pengelola dan pengguna dalam memanfaatkan televisi, maka televisi sebagai media hiburan dan informasi dapat menjadi alat utama untuk membentuk karakter masyarakat yang inovatif, kreatif, dan berwawasan pengetahuan. Dengan begitu, kedepannya televisi dapat menjadi potensi untuk mengembangkan budaya positif di kalangan masyarakat, bukan sebaliknya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun