Mohon tunggu...
Merza Gamal
Merza Gamal Mohon Tunggu... Konsultan - Pensiunan Gaul Banyak Acara

Penulis Buku: - "Spiritual Great Leader" - "Merancang Change Management and Cultural Transformation" - "Penguatan Share Value and Corporate Culture" - "Corporate Culture - Master Key of Competitive Advantage" - "Aktivitas Ekonomi Syariah" - "Model Dinamika Sosial Ekonomi Islam" Menulis untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman agar menjadi manfaat bagi orang banyak dan negeri tercinta Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Ibuku Penarik Ojek

24 Oktober 2023   20:16 Diperbarui: 6 November 2023   06:14 310
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di sebuah sekolah yang bersemangat, dalam sebuah pertemuan pramuka, para siswa kelas 5 dan 6 mendapat tugas yang tak terlupakan: memperkenalkan diri dan keluarga mereka kepada teman-teman sekelas. Salah satu anak, Hendrik, menapaki panggung dengan mata penuh tekad.

"Namaku Hendrik," ucapnya dengan suara lantang yang memenuhi ruangan. Hening melanda, semua mata tertuju padanya. "Ibuku adalah seorang penarik ojek," suaranya mulai serak, mencoba menahan emosinya. "Ibu bekerja menarik ojek online dari pagi hingga malam," lanjut Hendrik, "kadang-kadang, ibu harus mengantar penumpang dari Cileduk hingga ke Depok. Untuk membantu ibu, saya mencari uang saku dengan menjual kantong kresek di pasar."

Kisah Hendrik tak hanya menggugah hati teman-temannya, tapi juga menarik simpati semua yang mendengarnya. Ia adalah contoh yang hidup tentang bagaimana setiap kesulitan bisa menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter seseorang. Hendrik, anak yang ibunya bekerja sebagai penarik ojek online, telah mengubah setiap tantangan menjadi hiburan yang indah dalam hidupnya.

Tapi di balik senyumnya yang menawan dan semangatnya yang luar biasa, ada cerita yang lebih mendalam. Hendrik tahu bahwa ibunya, meskipun penuh semangat, seringkali merasa lelah dan khawatir.

Ketika ia melihat ibunya kembali dari perjalanan malam yang panjang, dia sering menemui jejak kelelahan di wajahnya. Meskipun ia mampu menjual kantong kresek untuk menghasilkan uang saku, ia juga tahu bahwa beban keluarga tetap berat.

Namun, Hendrik memilih untuk menjadikan setiap hari sebagai pelajaran hidup. Ia mengerti bahwa hidup itu tidak selalu adil, tetapi ia memilih untuk melihat sisi terbaiknya. Hendrik belajar tentang keberanian, ketabahan, dan cinta dari ibunya yang selalu berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi keluarganya.

Seiring waktu, berita tentang Hendrik dan ibunya yang berjuang dengan penuh semangat menyebar di kalangan teman-temannya. Mereka mulai mengumpulkan dana kecil untuk membantu keluarga Hendrik. Terinspirasi oleh semangat Hendrik, mereka juga memulai program sukarela untuk membantu anak-anak yang memerlukan.

Kisah Hendrik mengajarkan kepada kita semua bahwa kita dapat memilih bagaimana kita menanggapi kesulitan dalam hidup.

Hendrik adalah contoh nyata dari seorang anak yang penuh keteguhan. Baginya, masalah hidup adalah hiburan yang indah, seperti melantunkan lagu kebahagiaan di pagi hari sambut mentari. Ini adalah pelajaran yang bahkan banyak orang dewasa tidak mampu menghadapinya dengan semangat sekuat Hendrik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun