Aku membuka diri dan menjadi lebih terbuka terhadap mereka, menggali minat dan kegemaran mereka serta berusaha memahami apa yang penting bagi mereka.
Aku menyadari bahwa kebahagiaan keluarga adalah jauh lebih penting daripada kekayaan atau kesuksesan bisnis.
Sekarang, aku benar-benar telah berhenti dari bisnisku dan menyerahkan semuanya kepada orang kepercayaanku. Anak-anakku telah memiliki bisnisnya masing-masing dan mereka tidak mau mengambil perusahaanku yang masih ada.
Aku pun memilih untuk hidup sederhana dan memfokuskan diri pada keluarga dan orang-orang yang aku sayangi. Meskipun kekayaanku berkurang, aku merasa lebih kaya dari sebelumnya karena aku memiliki keluarga yang bahagia dan hubungan yang dekat dengan mereka.
Hidupku yang dulu terasa kesepian dan tidak berarti sekarang menjadi hidup yang penuh dengan cinta dan kebahagiaan. Aku mulai memperoleh cinta dari anak-anakku dan teman-teman baruku di panti jompo.
Aku belajar bahwa kesuksesan dan kekayaan bukanlah segalanya, dan kebahagiaan sejati hanya bisa didapatkan dengan memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang yang kita sayangi.
Aku juga memutuskan untuk memanfaatkan kekayaanku untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Aku mendirikan yayasan amal untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, terutama orang tua yang kesepian dan kurang diperhatikan oleh keluarga mereka.
Aku berharap dapat membantu mengurangi kesepian dan mendorong lebih banyak orang untuk merawat orang tua mereka dengan lebih baik.
Meskipun hidupku tidak sempurna, tetapi kini aku merasa bersyukur karena akhirnya aku menyadari pentingnya keluarga dan kebahagiaan bersama.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H