BUDAYA 5 S (SALAM, SENYUM, SAPA , SOPAN DAN SANTUN)
Oleh : Meri Hartati,S.Pd.
LATAR BELAKANG
Â
Budaya positif adalah suatu cara hidup yang berkembang yang bermanfaat dan merupakan cara baik dalam kehidupan , dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya positif di sekolah sangat di perlukan karena kita semua percaya bahwa tujuan penting sekolah adalah pembentukan karakter. Untuk menguatkan pemahaman kita tentang peran pendidikan karakter pada murid dan bagaimana sekolah mendukung murid dalam menumbuhkan karakter.
Pengaruh globalisasi dari luar  baik melalui media Sosial , internet dan sebagainya membuat kebudayaan Indonesia sebagai orang Timur yang sopan , ramah mulai terkikis. Murid-murid sudah mulai kurang menghormati guru jika bertemu dengan guru lain maka tidak menegur dan tidak senyum, maka dari itu saya ingin menerapkan Budaya 5 S di sekolah ( Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun).
DESKRIPSI NYATA
 Salah satu budaya positif disekolah  yang ingin diterapkan adalah Budaya 5 S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan santun) hal yang pertama dilakukan adalah dengan mengajak semua guru untuk menjadi tauladan bagi siswa untuk menerapkan budaya 5 S tersebut.
Poster 5 S dibuat dengan menarik agar bisa dilihat dan dibaca, dari segi pemilihan latar, warna latar dan warna tulisan serta perpaduan gambar dibuat menarik  bewarna cerah sehingga anak-anak senang dalam membacanya agar makna di dalam poster tersebut bisa tersampaikan dengan baik.
Poster yang sudah dibuat tersebut dibagikan ke grup guru SD Negeri 243 palembang kemudian akan diteruskan ke grup kelas masing-masing dengan harapan guru akan menjadi tauladan dalam menerapkan budaya positif tersebut serta siswa menerapkannya di sekolah dan dalam berkomunikasi di grup kelas masing-masing.
HASILÂ
 Respon yang positif di dapatkan dari kepala sekolah yang sudah memberikan izin untuk di sosialisasikan ke guru melalui grup Whatsapp. Rekan guru di SD Negeri 243 Palembang juga memberikan respon positif yang ditandai dengan jawaban setuju. Respon dari siswa dan wali siswa di grup kelas memberikan respon positif yaitu dengan membalas chat yang artinya setuju untuk menerapkan Budaya positif disekolah.
Sikap guru juga sudah menunjukkan bahwa ada peningkatan untuk saling berkomunikasi dan menerapkan budaya 5 S di sekolah, wali siswa pun demikian yaitu memberikan senyuman ketika datang kesekolah, siswa mulai berbicara sopan di chat dengan mengucapkan salam ketika bertanya dan memulai percakapan .
PEMBELAJARAN YANG DI DAPAT
 Pembelajaran yang di dapat dari aksi nyata kali ini bahwa ketika ada keinginan untuk merubah dan ada gerakan untuk merubah sesuatu serta action yaitu langsung bergerak untuk  melakukan hal baik maka pasti nantinya akan terlaksana dan tentu akan membuahkan hasil .
Seperti contoh dalam menerapkan Budaya Positif di sekolah , pelan -- pelan para guru dan siswa mulai menerapkannya.
RENCANA PERBAIKAN
Setelah melaksanakan aksi nyata untuk membentuk Budaya Positif di sekolah tentu banyak hambatan ini yang akan menjadi rencana perbaikan dimasa mendatang.
Rencana perbaikan yang akan dilakukan yaitu :
1. Â Mensosialisasikan secara terus menerus di sekolah sehingga benar-benar menjadi budaya yang mengakar yang sulit untuk di hilangkan lagi.
2. Â Â Para Guru harus selalu menjadi tauladan demi terciptanya budaya positif di sekolah, jadi para gurupun harus selalu di sosialisasikan agar mereka selalu ingat untuk mensosialisasikan di kelas masing-masing.
3. Â Â Kepala sekolah juga harus selalu mensosialisasikan Budaya Positif di sekolah di setiap ada kesempatan.
Daftar PustakaÂ
Nofijantie, Lilik. (2012). Peran Lembaga Pendidikan Formal Sebagai Modal Utama Membangun Karakter Siswa. Conference Proceedings: Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS XII). 2947 - 2970
DOKUMENTASI
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H