Seperti dalam buku Irwan Kurniawan yang bertajuk Mengetuk Pintu Rezeki menjelaskan, ada dua macam rezeki yang diberikan kepada manusia, yaitu rezeki lahiriah dan batiniah.
Pertama rezeki lahiriah yaitu berkaitan dengan badan (berupa materi) seperti kesehatan.
Kedua, tentang rezeki batiniah erat kaitannya dengan hati seperti kebahagiaan dan pengetahuan.
Maka, sudah seharusnya kita menyakini takdir. Karena setiap takdir yang Allah berikan kepada hamba-Nya, itu atas izin Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Ada beberapa alasan, mengapa meyakini takdir Allah itu baik :
Takdir Allah tidak ada yang jelek, karena Allah tidak berbuat jelek.
Â
Takdir Allah memiliki hikmah yang tidak diketahui manusia karena keterbatasan ilmu.
Â
Teriman kepada takdir membuat hati menjadi tenang, lapang, dan ridha atas apa yang telah Allah takdirkan.
Itulah mengapa bahwa setiap takdir yang Allah berikan kepada umatnya adalah baik.
Sebagaimana dalam perintah Allah SWT, apabila kita mendapat musibah, maka kita bersabar. Dan apabila kita mendapat kebahagiaan, maka kita bersyukur.
Dua kunci itu tang dapat menjadikan hidup kita tenang, dibaliknya ada pahala yang dapat menaikkan derajat kita dihadapan Allah SWT.
Â
Beriman kepada takdir membuat seseorang tidak mudah putus asa dan dapat menghadapi musibah dengan ketabahan. Â
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah Swt. telah menciptakan Lauh Mahfuz dari mutiara yang putih, lembaran-lembarannya dari yaqut merah, dan qalamnya dari nur (cahaya) dan tintanya dari nur pula.
Setiap hari Allah memerintahkan kepada Lauh Mahfuz sebanyak tiga ratus enam puluh perintah untuk menciptakan, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, memuliakan, menghinakan, dan Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya." (HR At-Thabrani)