Mohon tunggu...
Maulana Bawazir
Maulana Bawazir Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Money

Akhlak mencari harta dan larangan Risywah (suap)

4 Maret 2019   17:57 Diperbarui: 4 Maret 2019   23:22 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengertian harta ialah sesuatu yang dibutuhkan dan diperoleh manusia baik berupa benda yang tampak seperti emas, perak, binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun (yang tidak tampak), yakni manfaat seperti kendaraan, pakaian, dan tempat tinggal.[syafe'i, 2001: 21]

Ada berbagai macam cara dalam mencari harta di antaranya adalah jual-beli, bekerja di kantor, dan lain-lain.

Pengertian jual beli

Jual beli dalam istilah fiqih di sebut dengan al-bay’ yang berarti menjual, mengganti, dan menukar sesuatu dengan sesuatu yang lain. Kata al-bay’ dalam Bahasa arab terkadang digunakan untuk pengertian lawannya yaitu asy-syira’ (beli), jadi jual-beli dapat disimpulkan dengan saling tukar menukar harta dengan cara ijab qobul yang berakibat terjadinya pemindahan kepemilikan. Makna harta yang dimaksut dalam jual beli adalah segala sesuatu yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan oleh manusia secara wajar baik yang bersifat materi (benda) maupun non materi seperti manfaat jasa.

Hukum jual beli

Hukum asal dari jual beli adalah mubah yaitu boleh-boleh sajah. Jual beli memberikan hikmah bahwa kebutuhan manusia berhubungan dengan sesuatu yang ada dalam kepemilikan orang lain, dan kepemilikan sesuatu itu tidak akan diberikan begitu sajah tanpa ada kompensasi atau imbalan yang diberikan. Oleh sebab itu, jual beli merupakan salah satu cara untuk merealisasikan keinginan dan kebutuhan manusia karena pada dasarnya manusia tidak bias hidup tanpa berhubungan dan bantuan orang lain. [Harun, 2017: 66-67]


Rukun jual beli terdiri dari (1) penjual dan pembeli, (2) barang yang diperjualbelikan, (3) harga, (4) ijab dan qobul.  
Dalam hadis Nabi dijelaskan, yang berbunyi:


“Rifa’ah bin Rafi’ RA, sesungguhnya Rasulullah SAW ditanya: pekerjaan apa yang paling utama atau baik?”. Rasulullah menjawab, pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya dan setiap jual beli atau perniagaan yang baik ” (HR Al-bazar dan dibenarkan oleh al-hakim) [Al-hafizd, 2011:167]

Kita dapat mengambil pelajaran yang penting dari para sahabat yang bertanya tentang pekerjaan yang paling penting dari pembahasannya. Yang mereka Tanya adalah yang paling penting/ thoyyib (diberkahi). Dan pekerjaan dengan tangan sendiri maksutnya adalah pekerjaan yang dilakukan seseorang tanpa meminta-minta pekerjaan itu bisa berupa profesi sebagai hakim, tukang batu, tukang kayu, pandai besi, maupun pekerjaan lainnya. Dalam hadis yang dicontohkan pekerjaan seseorang yang mencari kayu bakar. Profesi dokter, arsitek, dan sejenisnya dizaman sekarang juga termasuk dalam hadis ini.

Sedangkan perniagaan yang baik maksutnya adalah perniagaan atau perdagangan yang bersih dari penipuan dan kecurangan dengan menyembunyikan cacatnya barang yang dijual. Jadi dalam islam pekerjaan apapun baik, asalkan halal dan bukan meminta minta. Baik menjadi karyawan, professional, pembisnis, maupun pengusaha, semua punya peluang yang sama.

Di dalam etika mencari harta ada beberapa hal yang dilarang atau tidak diperbolehkan oleh syariat islam, dan harus kita ketahui karna banyak sekali orang-orang yang paham akan suatu hukum dan menyepelekannya antara yang haq dan yang bathil


A  Merugikan orang lain
"Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugi"(Qs As-Syu'ara[26]: 181)

Di dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwasanya di dalam mencari harta kita harus memiliki sifat jujur. [Mardani, 2011:11]

B. Suap-menyuap/ Risywah
Suap disebut juga dengan kata sogok atau memberi uang pelicin. Adapun dalam bahasa arabnya disebut dengan Risywah yakni perbuatan suap-menyuap. Risywah atau suap-menyuap merupakan salah penyakit kronis yang hari ini merebak di masyarakat kita. Bukan hanya kelas pejabat tinggi yang melakukan risywah, rakyat biasa pun seringkali terjebak dalam kasus suap-menyuap ini, dan faktor yang melatar belakangi tindakan risywah ini sangatlah beragam mulai dari memperoleh kepentingan pribadi hingga kelompok, padahal negeri ini adalah negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Yang mana dalam Islam itu sendiri risywah merupakan perbuatan haram dan dilaknat. [Muhsin, 2001: 429]
Rosulullah SAW bersabda:

"Dari Abi Hurairah RA, Ia berkata: Rasullullah SAW melaknat orang yang memberi suap (penyuap) dan yang menerima suap (disuap) dalam masalah hukum" (HR. Ahmad dan Imam Empat).


Dan diriwayat lain juga disebutkan bahwasanya perbuatan suap-menyuap juga dilaknat oleh Allah SWT. Sebagaimana hadits yang telah disabdakan oleh Rosulullah SAW:

"Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasul SAW bersabda: Allah SWT melaknat penyuap dan yang disuap" (HR. Imam Ahmad).


    Dari kedua hadis diatas telah jelas bahwa hukumnya orang yang menyuap dan yang menerima suap dalam segala masalah hukum itu haram. Dan menyuap dalam masalah hukum contohnya adalah memberikan sesuatu, baik berupa uang maupun yang lainnya kepada penegak hukum agar terlepas dari ancaman hukum atau mendapat hukuman yang lebih ringan. Perbuatan seperti itu sangat dilarang dalam islam dan disepakati oleh para ulama sebagai perbuatan haram. Dan harta yang diterima dari hasil menyuap tersebut tergolong dalam harta yang diperoleh melalui jalan batil.

Faktor-faktor pendorong risywah atau suap adalah:
1. Lemahnya iman
2. Tidak merasa diawasi oleh Allah.
3. Tamak dan Serakah
4. Malas berusaha.
5. Hilangnya sifat jujur dan amanat pada diri seseorang.
6. Tipisnya kepedulian sosial terhadap sesama Muslim.
7. Lemahnya penegakan hukum di masyakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun