Untuk itu, ajarkan beberapa kata atau istilah beserta arti. Ketika kata tersebut muncul, arahkan anak untuk tidak memilih kata tertentu dan sama sekali tidak menekan apapun selain yang diarahkan orang tua.
Bagaimana jika anak belum bisa membaca?
Tidak perlu khawatir! anak-anak memiliki kemampuan mengenali kata terlepas makna. Mereka akan memilih secara benar jika sudah dipandu dan berulangkali melihat kata tersebut.Â
Yang penting pilihlah bahasa yang mudah dipahami. Jangan sampai memilih bahasa Inggris, lalu bingung dengan istilah yang ada. Ini namanya menyusahkan diri sendiri.Â
Literasi melalui Bacaan
Membaca di era digital adalah sebuah keniscayaan. Anak-anak akan lebih terasah akalnya dengan sering membaca. Orang tua perlu membiasakan diri membacakan buku sejak anak kecil.Â
Apa yang didengar anak menjadi sistem pengaman bagi mereka di kemudian hari. Pengetahuan tentang dunia digital mudah diberikan melalui bacaan ringan.Â
Ketika orang tua sudah terbiasa mengenalkan bacaan tentang dunia digital, anak dengan sendirinya menangkap istilah-istilah penting untuk memandu mereka.
Buku adalah media belajar anak. Banyak hal yang bisa diserap anak melalui buku. Semakin banyak anak terhubung denga bacaan, semakin baik pola pikir yang terbentuk.Â
Selanjutnya, perilaku positif berkaitan dengan akses pada smartphone pun mudah untuk diajarkan. Bukankah kebiasaan menentukan pola pikir?
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI