Dulu waktu masih berjualan keliling, Â saya punya pengalaman mendebarkan. Â Membuat saya gemetar dan kawatir, jangan-jangan saya terjerat hukum karena dagangan saya membuat seseorang pingsan.Â
Bagaimana tidak, Â pelanggan saya adalah seorang anggota kepolisian. Â Istrinya sedang hamil tua, Â mengidam siomay dagangan saya. Â
Karena setelah istri beliau menikmati sepiring siomay, Â terjadi kehebohan. Â Istri beliau pingsan dengan mulut masih mengunyah sisa siomay yang belum sempat tertelan.Â
Dokter datang dan mengatakan bahwa istri tetangga saya ini pingsan karena terkena racun dari siomay yang  dimakan.Â
Saya menjual siomay 14 macam yang  saya jual Rp. 10.000/porsi, atau pelanggan boleh memilih menu Yang disukai dengan harga menyesuaikan.Â
Siomay ikan,  siomay ayam,  kol,  tahu isi,  siomay goreng,  kentang,  batagor,  pare,  telor,  tahu telor,  dan otak-otak,  adalah menu  utama dari dagangan saya.Â
Kebetulan waktu itu di rumah pelanggan saya ini sedang banyak tamu.  Mereka order berbagai menu menurut selera masing-masing. Kalau tidak salah,  ada sekitar  20-an orang.  Dan ibu hamil ini order pesanan paling belakangan. Â
Ibu hamil ini mengambil beberapa potong pare dan langsung menuangkan bumbu kacang, Â dan tak berapa lama, Â mengambil lagi dengan jumlah yang agak banyak. Â Lalu masuk ke rumah.Â
Tiba-tiba terdengar suara piring terbanting, Â diiringi suara jeritan dari dalam rumah. Â Si ibu hamil ini jatuh pingsan dan piring siomaynya terlepas. Â
Lalu seseorang tergopoh memanggil dokter, Â dan tak lama kemudian seseorang berbaju putih datang memeriksa. Â
Saya mendengar percakapan dari luar, Â dokter bertanya habis makan apa kok darahnya langsung droop seketika ?
Keluarga serempak menjawab, "habis makan siomay bu"Â
Sambil menuding saya yang gemetaran. Lalu dokter ini menghampiri saya,  dan bertanya apa saja yang  beliau makan?Â
Saya menjawab kalau ibu hamil itu memakan pare beberapa puluh potong. Â
Sambil menunggu, Â saya menyimak pembicaraan tuan rumah dengan dokter. Â
Saat dokter pamit pulang saya merasa lega karena sebelum masuk mobil berpesan agar ibu hamil dianjurkan jangan makan pare karena bisa membuat darahnya turun seketika.Â
Ternyata yang  menyebabkan ibu hamil pingsan itu bukan karena keracunan siomay.Â
Sebab semua orang yang hadir menikmati dan tidak terjadi apa-apa.  Tapi ibu hamil menyantap pare yang  menjadi pantangan,  sehingga efeknya darah menjadi droop seketika.Â
Saya saat itu khawatir, seorang kawan saya yang  juga penjual siomay berurusan dengan polisi.  Ikan kedaluarsa yang  digunakan membuat siomay,  menjadi sebab semua undangan yang  menikmati siomay keracunan dan dirawat di rumah sakit.Â
Untunglah yang terjadi  pada diri saya bukan karena kesalahan saya, terapi karena keteledoran pembeli yang  mengkonsumsi pare terlalu banyak.Â
Sejak kejadian itu saya sudah tidak  menyediakan pare sebagai menu dagangan saya.Â
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H