Mohon tunggu...
Marisa Rayhani
Marisa Rayhani Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Cukup Hidup Sebagai Manusia Maka Siapapun Berpotensi Memperbaiki Dunia

5 Mei 2019   11:12 Diperbarui: 5 Mei 2019   12:08 297
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar 4 Motivation and Personality Theory, Maslow (1987) Sumber: www.simplypsychology.org (diakses 23 April 2019)

Tidak lagi tersilaukan materi atau kesenangan yang tampak pada orang lain sehingga mengusik rasa berkecukupan, syukur, dan bersahaja dalam keseharian.

Tidak lagi konsumtif berlebihan atau ikut-ikutan untuk pamer dan kepuasan diri.

Tidak lagi egois mengutamakan sebesar-besar kepentingan namun menggadaikan keselamatan orang lain dan makhluk lain di alam semesta yang merusak keseimbangan ekosistem hidup.

Dia percaya, ketika...

Dewasa berperan membimbing anak

Guru berperan membimbing murid

Pemimpin berperan membimbing anggotanya

Pemerintah yang berisikan orang-orang dengan ketetapan tanggung jawab berperan membimbing rakyatnya

Gambar 6 Ilustrasi Kumpulan Manusia Menyelamatkan Bumi Sumber: an-najah.net (diakses 2 Mei 2019)
Gambar 6 Ilustrasi Kumpulan Manusia Menyelamatkan Bumi Sumber: an-najah.net (diakses 2 Mei 2019)
Maka, pribadi yang sadar dan fokus menjalankan hakikat sebagai manusia merupakan cikal bakal penyelamat generasi dan ekosistem kehidupannya. Sesuai ketetapan bahwa ALLAH akan merubah keadaan jika ada perubahan dari dalam diri. 

Tentulah berubah menjadi lebih baik dimulai dari seorang individu yang konsisten dan teguh menduplikasikan kebaikannya. Meski sistem negara masih semrawut diantaranya karena banyak benturan, minimal dengan kesadaran memperbaiki hidup sebagai manusia, pribadi-pribadi akan mencipta bangsa yang kuat. Bangsa-bangsa yang saling menguatkan adalah modal menyelamatkan dunia dan seisinya. Meski butuh waktu yang tidak sebentar, namun upaya paling dasar harus dimulai dari kita saat ini.

Tulisan ini akan sekedar bacaan jika ajakan di dalam nya tidak benar-benar dimulai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun