Ketiga, selain kurang spasi, ada pula kalimat yang kelebihan spasi. Misal pada baris kedua, paragraf satu, halaman keenam dan kesebelas dalam tulisan yang sama, Ahmad Saifudin.
Keempat, pembaca juga akan dibuat terbelalak tatkala menemukan lembar yang kosong pada halaman nomor 103. Tentu ini akan jauh lebih efektif manakala konten yang termuat pada halaman selanjutnya, halaman 104, dialihkan ke lembar sebelumnya.
Terakhir, sub tema yang diulas dalam buku antologi ini mungkin akan jauh lebih "greget" dan "menggigit" manakala penyajian konten dikategorikan secara tematik. Misalnya sub tema refleksi jalan terjal menulis buku antologi dipisahkan dengan pengalaman menulis buku solo. Ulasan pengalaman menulis buku solo dibedakan dengan sub tema refleksi mencita-citakan menulis buku yang belum terwujud.
Meski begitu, format isi buku yang telah disetting sedikit rupa ini juga sangat cocok bagi pembaca yang doyan menggunakan teknik selecting atau skipping. Sementara bagi penulis dan pembaca pemula, buku ini dapat dibaca dengan menggunakan teknik skimming.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H