Jika polusi suara terus meningkat akan berdampak kepada penurunan kemampuan mereka untuk bertahan hidup, seperti sulit berkomunikasi, sulit mendeteksi adanya predator, dan sebagainya. Keadaan tersebut akan memberikan efek kepada penurunan populasi dari hewan-hewan laut tersebut
Efek Polusi Suara Terhadap Lumba-Lumba
Baru-baru ini telah dilakukan sebuah penelitian oleh sekelompok peneliti dari Universitas Bristol di Inggris, mengenai pengaruh polusi suara terhadap lumba-lumba dalam bekerja sama.
Penelitian ini dilakukan dengan memasukan dua lumba-lumba hidung botol ke dalam sebuah kolam eksperimen. Kedua lumba-lumba dipandu oleh seorang pelatih untuk mengerjakan tugas yang telah disiapkan.
Sebelumnya, lubang udara lumba-lumba dipasang sebuah alat untuk mengukur seberapa keras suara yang dikeluarkan lumba-lumba.
Dalam eksperimen ini ditemukan bahwa ketika lumba-lumba berada di lingkungan yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi, mereka meningkatkan siulan dan suara mereka untuk berkomunikasi agar dapat mengimbangi kebisingan yang ada di sekitarnya.
Untuk menghasilkan suara kebisingan yang tinggi, para peneliti menggunakan mesin kapal kargo yang menghasilkan suara sampai dengan 200 dB. Angka tersebut jauh di atas batas ambang pendengaran manusia yang hanya sampai 140 dB.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa kebisingan yang tinggi berpengaruh terhadap kerja sama antara lumba-lumba. Dalam situasi kebisingan yang tinggi, lumba-lumba hanya mampu menyelesaikan 65% tugas yang diberikan. Sedangkan, dalam kebisingan yang normal lumba-lumba mampu bekerja sama menyelesaikan tugas hingga 80%.Â
Dari hasil eksperimen tersebut ditemukan bahwa aktivitas manusia yang menimbulkan suara  bising dapat mengganggu hewan laut. Hal tersebut juga disampaikan oleh Pernille Mayer Sørenson, selaku pemimpin dari penelitian mengenai lumba-lumba tersebut.Â
Ia mengatakan bahwa "Jika hewan laut terpapar oleh kebisingan dan mengganggu komunikasi dengan temannya selama mencari makan, akan terjadi miskomunikasi dan akan berdampak kepada kesehatan hewan laut tersebut."
"Dan apa bila hal ini terus menerus terjadi, bisa menimbulkan konsekuensi yang besar terhadap jumlah populasi." Tambahnya.