Dalam bertugas aparat pun seringkali menerima aneka cacian, perundungan, bahkan kekerasan dari oknum masyarakat atas tugas yang telah dijalankan.Â
Di lain pihak, masyarakat pun acap kali mendapatkan perlakuan yang dianggap tidak manusiawi dari aparat ini. Seperti ada saja oknum yang melakukan pungutan liar di jalan raya, dan aneka kejahatan yang dilakukan mereka dalam bertugas.
Dengan keadaan yang terjadi ini tentu sedikit atau banyak akan menjadikan kerenggangan hubungan institusi negara dan rakyat. Bahkan tidak sedikit karena frekuensi masalah semakin banyak, mengakibatkan terkikisnya rasa kepercayaan pada institusi yang seharusnya melindungi masyarakat ini.
Dan sudah menjadi tanggung jawab kepolisian yang menjadi aparat pengayom masyarakat, untuk mengembalikan kepercayaan dan rasa simpati masyarakat. Baik dengan bentuk kegiatan pemberian santunan atau bingkisan dan silaturrahmi yang dilakukan.
Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, bahwa umat Islam seharusnya mempertebal keimanan dan ketakwaan, memupuk selalu silaturrahmi dan persaudaraan, menguatkan semangat berbagi dan empati. Karena dengan cara yang hakekatnya amat sederhana ini, secara tidak langsung akan menjaga marwah kepolisian sebagai salah satu komponen penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepolisian adalah institusi yang di dalamnya adalah orang-orang yang memiliki karakter yang beragam. Di satu sisi banyak anggota yang memiliki sifat yang penuh keteladanan, tapi ada pula oknum yang cenderung merusak citra institusi ini dari dalam. Dan rakyat atau masyarakat tentu saja hanya bisa menilai, apakah institusi negara ini bisa menjadi pengayom, pelindung dan penjaga rasa aman masyarakat atau sebaliknya membuat kekhawatiran di mana-mana?
Maka dari itu, Ramadhan inilah saat yang tepat untuk kembali mengikat silaturrahmi yang boleh jadi sedikit pupus atas kurangnya komunikasi di dalamnya, dan menjadikan Ramadhan sebagai ajang untuk mempersatukan manusia yang tengah berseteru, baik secara lahir maupun batin.
Salam
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H