Mungkin, Indonesia masih cukup ramah dengam penutup aurat ini-meskipun ada sekelompok orang yang justru menggap pakaian Islami ini sebagai budaya Arab, toh Indonesia begitu ramah dan peduli akan nilai etika dan begitu tinggi menjunjung kehormatan wanita. Sedangkan di luar negeri jangan berharap kita bisa sesuka hati memakai pakaian muslimah.Â
Pernah pula sama nasibnya ketika seorang wanita muslim yang taat di Eropa yang dipecat dari pekerjaannya lantaran memakai hijab. Betapa sulit mereka mendapat hak-haknya dalam berpakaian. Padahal pakaian itu sama sekali tidak mengganggu.
Seorang pekerja di negara non muslim terpaksa harus melepas jilbabmya lantaran harus menyesuaikan budaya mereka. Tak terbilang berapa wanita yang terisak karena sulitnya berjuang dalam keimanan ini.
Mungkin bagi Rina Nose, perjuangan mereka yang ingin tetap istiqamah dalam keimanannya dianggap tidak penting. Padahal perjuangan itu amatlah sulit. Masih beruntung tidak semua melarang karena ada yang bersikap tidak peduli atas kebiasaan yang dilakukan orang lain.
Mbak Rina, menjadi Muslimah itu memang tidak mudah
Memakai hijab atau jilbab hakekatnya adalah kewajiban seorang muslimah. Meskipun ada ulama yang menganggap tidak wajib, akan tapi kewajiban menutup aurat jelas tersurat dalam kitab suci Al Qur'an.
Tapi, lagi-lagi godaan syahwat dan boleh jadi karena popularitas, memakai hijab adalah sesuatu yang menyiksa. Padahal diluar sana para fans mu sudah mulai mengenakan hijab karena mengikuti gaya hidupmu.
Dan kini, ternyata begitu mudah menanggalkannya dan menyesal karena memakai hijab. Dampaknya, mereka pun kini mencibirmu dan tentu meninggalkanmu.
Tapi.. Terserah sajalah, itu semua urusanmu dan tidak berkaitan dengan istriku apalagi diriku karena bukan keluargamu. Apalagi akhirat kan memang urusan masing-masing tak memandang siapa dirimu.
Semoga keluargaku selalu istiqamah dalam agama dan tak lagi meniru kebiasaanmu.
Mohon maaf jika tulisan "pesek" ini kurang berkenan.