Namun sebenarnya yang mengatakan menunda-nunda, dalam hatinya tidak ingin reunifikasi. Karena degan menunda-nunda itu merupakan prokrastinasi atau zona yang tidak jelas, dalam zona ini akan menjadi kesempatan mereka untuk mengambil keuntungan, dan ini tentu yang paling disukai spekulan.
Wang Haiyun menyerukan untuk mempersiapkan tindakan yang secara khusus menetapkan 8 persiapan tindakan khusus.
Menurutnya reunifikasi harus dilakukan segera dan cepat, sebelum melakukan reunifikasi daftar nama penjahat pro-kemerdekaan Taiwan harus diumumkan, dan orang-orang tersebut disebut sebagai penjahat perang.
Dan analis Taiwan yang pro-unifikasi bahkan mengusulkan secara khusus mengambil tindakan "pemenggalan" penjahat perang ini terlebih dahulu agar tidak menyakiti yang tidak bersalah.
Dan ada juga yang mengusulkan reunifikasi model "Shi Lang" dengan mengambil pulau-pulau penting sekitar Taiwan, kemudian memaksa rezim Taiwan untuk menyerah, sehingga tercapai reunifikasi dengan kekuatan dulu kemudian yang terjadi reunifikasi dengan damai, seperti apa yang telah penulis posting dalam tulisan yang lalu. Â Baca : Latihan Militer PLA Di Sekitar Pulau Dongsha Laut Tiongkok Selatan
Di antara delapan tindakan khusus Wang Haiyun, yang paling menyolok dan sangat penting adalah kedua di atas, mengambil dulu pulau penting sekitar Taiwan kemudian memaksa rezim Taiwan untuk menyerah, dan "memenggal" para pemimpin pro-kemerdekaan sebagai penjahat perang.
Kedua tindakan ini yang paling khusus, dan kita dapat melihat reunifikasi model Wang Haiyun adalah dengan kekuatan dan berjadwal.
Delapan Alasan Tindakan Khusus Mayjend. Wang Haiyun
Pertimbangan utama pada saat itu adalah bahwa tentara PLA baru saja mengakhiri mode "hari yang terlalu ketat", beberapa "keterampilan trengginas" belum terbentuk, dan alutsista masih tertinggal.Â
Alutsista militer AS berada satu atau dua generasi di depan, dan peralatan tempur udara tidak sebagus tentara Taiwan, apalagi masih belum memiliki gugus tempur formasi kapal induk.Â