Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Siapa yang Bergencatan Senjata di Syria (1)

18 Maret 2016   09:14 Diperbarui: 18 Maret 2016   10:37 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Di satu sisi, Rusia berbicara dengan para pemimpin Syria, Iran dan Arab Saudi dan lainnya, AS juga  memperketat koordinasi dengan Arab Saudi, Turki dan oposisi Syria.

Namun, meskipun tidak ada pihak yang menyatakan dengan jelas siapa oposisi yang harus bergencatan senjata, orang melihat baik Arab Saudi maupun Iran membuat pernyataan resmi mengenai hal itu. Tapi PM Turki Ahmet Davutoglu mengatakan bahwa pada 25 Pebruari bahwa jika keamanannya terancam, Turki tidak akan dibatasi oleh gencatan senjata Syria.

Hal ini terkait dengan keadaan medan perang, karena semua pihak tahu prinsip dasar ini bahwa jika satu pihak tidak bisa mendapatkan sesuatu di medan perang, maka pihak itu tidak akan bisa mendapatkannya di meja perundingan.

Kini, tidak ada lagi yang percaya oposisi dapat memaksa Basahar al-Assad lengser dari kantornya, dan AS sudah berubah sikap.

Ini adalah konsesi terbesar bagi AS yang dibuat AS sejak kirisis Syria dimulai pada tahun 2011.

Sejak Rusia mengerahkan pasukan pada 15 September, segala sesuatu yang dapat digunakan telah dikerahkan di medan perang Syria. Jika situasi ini cukup stabil atau situasi gojang-gajing di medan perang meningkat lebih jauh, maka perang berkelanjutan akan tak terbendungkan.

Maka semua pihak sekarang mengharapkan gencatan senjata. Jika semua pihak seujtu pada kondisi masa depan, maka akan bisa tercapai resolusi politik.

Namun “ISIS” jelas tidak senang dengan gencatan senjata. Satu hari sebelum pernyataan AS dan Rusia tentang gencatan senjata, pada 21 Pebruari, “ISIS” melakukan serangkaian ledakan yang mengejutkan di pinggiran ibukota Syria—Damaskus dan Homs, menewaskan sedikitnya 142 warga sipil, dan melukai 351 lainnya.

Saat ini, topik untuk bagaimana membasmi sepenuhnya kelompok-kelompok ekstrimis“ISIS” akan menjadi topik utama berikutnya setelah gencatan senjata. Jadi siapakan yang disebut kelompok teroris? Ini juga akan menjadi fokus perdebatan antara semua pihak.

( Bersambung ...... )

Sumber ; Media TV dan Tulisan Luar dan Dalam Negeri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun