Mohon tunggu...
Sucahya Tjoa
Sucahya Tjoa Mohon Tunggu... Konsultan - Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Siapa yang Bergencatan Senjata di Syria (1)

18 Maret 2016   09:14 Diperbarui: 18 Maret 2016   10:37 143
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Saat ini, kita dapat melihat bahwa kelompok khusus bala bantuan kemanusiaan telah memasuki Damaskus dan mulai bekerja di sana. Dan mereka mungkin membentuk mekanisme pengawasan internarnasional untuk lebih banyak negara untuk berpartisipasi.

Sejak Maret 2011, masyarakat internasional telah secara aktif  mempromosikan pembicaraan damai antara pemerintah Syria dan oposisi. Militer dan  pasukan oposisi Syria setelah mencapai beberapa kesepakatan dan gencatan senjata diberlakukan pada bulan Oktober 2012, Januari dan Pebruari 2014, Agustus dan September 2015, tetapi gencatan senjata semua berakhir dengan kegagalan, menjadi tidak lebih dari sekedar kata-kata di atas kertas.

Pada tahun 2011, ketika perang mulai pecah di Syria, semua orang melihat pada saat itu sikap AS  adalah tanpa kompromi terhadap Bashar al-Assad harus mundur, tidak ada ruang untuk diskusi. Pada saat itu, AS mengemukakan alasan mereka dengan mengatakan al-Assad telah menggunakan senjata kimia.

Pada saat itulah Rusia masuk bertindak, dengan membuat (membujuk/menekan) pemerintah al-Assad untuk menyerahkan semua senjata-senjata kimianya. Sehingga AS tidak punya alasan lagi untuk menyerang negara Syria.

Intervensi Rusia Memaksa AS Setuju Gencatan Senjata

Sejak tahun 30 September 2015, setelah Rusia memasuki Syria, dan mulai melaksanakan serangan udara besar-besaran terhadap organisasi teroris“ISIS, pada dasarnya telah memutarbalikan  keadaan militer al-Assad yang beberapa kali telah dikalahkan.

Sejak awal tahun ini, dengan dukungan Rusia dan Iran, militer Syria berhasil lebih banyak mengklaim kembali wilayah yang tadinya telah hilang, dan tampaknya keunggulan militer Syria ini tidak terbendung lagi.

AS tidak ingin mengirim pasukan, tapi juga tidak ingin pasukan proxynya dihancurkan, sehingga satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah gencatan senjata. Bagi AS ini adalah pilihan terbaik saat ini yang tersedia.

Laporan dari AP (Assosiated Press - AS) menuliskan bahwa seorang pejabat AS mengungkapkan Rusia pernah mengusulkan gencatan senjata yang di mulai 1 Maret, tetapi AS menuntut gencatan senjata segera dilaksanakan.

Menurut pengamat mengatakan proposal pertama yang dirilis Rusia berharap gencatan senjata diberlakukan 15 Maret, karena saat itu mayoritas wilayah Syria sudah bisa dikuasai militer al-Assad. Dia sudah menyatakan ketidak senangannya dengan ini dalam pidato yang disiarkan televisi mereka pada malam 15 Pebruari.

Dapat dikatakan bahwa baik AS maupun Rusia telah menuangkan sejumlah besar dana politik  untuk menerapkan gencatan senjata Syria.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun