Mohon tunggu...
Maerina Hutafea
Maerina Hutafea Mohon Tunggu... Mahasiswa - Saya adalah seorang mahasiswi

Hobi saya adalah bermain volly ,makan ,dan lain sebagainya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Tahapan Psikososial menurut Erik Erickson

23 Oktober 2024   09:30 Diperbarui: 23 Oktober 2024   09:38 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

3).Tahap Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-6 tahun)
Anak mulai mengeksplorasi lingkungan dan berinisiatif dalam kegiatan. Jika dorongan ini didukung, anak akan merasa percaya diri. Namun, jika anak merasa ditekan atau dipersalahkan karena mengambil inisiatif, ia bisa mengalami rasa bersalah.

4).Tahap Kerajinan vs Rasa Rendah Diri (6-12 tahun)
Anak mulai terlibat dalam aktivitas yang berfokus pada produktivitas, seperti sekolah. Jika anak berhasil mencapai prestasi, ia akan merasa kompeten. Namun, jika anak gagal atau dianggap tidak mampu, ia bisa merasa rendah diri.

5).Tahap Identitas vs Kebingungan Peran (12-18 tahun)

Pada masa remaja, individu mencari jati diri dan mencoba berbagai peran. Jika ia berhasil menemukan identitasnya, ia akan memiliki rasa diri yang kuat. Jika tidak, ia akan mengalami kebingungan tentang siapa dirinya.

6).Tahap Keintiman vs Isolasi (18-40 tahun)
Pada tahap dewasa muda, individu berusaha membangun hubungan yang dekat dan intim. Jika berhasil, individu akan merasakan keintiman. Jika gagal, ia akan merasa terisolasi dan kesepian.

7).Tahap Generativitas vs Stagnasi (40-65 tahun)
Pada usia dewasa pertengahan, individu fokus pada kontribusi terhadap masyarakat dan generasi berikutnya, seperti melalui pekerjaan atau membesarkan anak. Jika sukses, ia akan merasa berguna dan produktif. Jika tidak, ia bisa merasa stagnan dan tidak berarti.

8).Tahap Integritas vs Keputusasaan (65 tahun ke atas)
Pada tahap ini, individu menilai kembali hidupnya. Jika ia merasa hidupnya bermakna dan puas dengan pencapaiannya, ia akan merasakan integritas. Namun, jika merasa hidupnya sia-sia atau penuh penyesalan, ia akan mengalami keputusasaan.

Setiap krisis psikososial pada tahap-tahap ini berfungsi untuk membentuk perkembangan individu secara menyeluruh, dengan keberhasilan dalam setiap tahapan memberikan landasan yang kuat bagi tahap berikutnya.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun