Datanglah menjelang sore ke Situ Kemang di Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Sungguh kita akan disuguhi panorama indah kala matahari perlahan menuju peraduannya.Â
Lembayung dengan merah jingga keemasannya tampak begitu indah di sisi kiri rangkaian Gunung Gede dan Gunung Salak.
Keindahan lembayung keemasan itu tak hanya menjadi penghias di langit senja. Namun juga menghiasi danau Situ Kemang yang menjadi sumber rezeki beberapa petani ikan hias di sana.Â
Warna-warni  kontras antara pohon, jaring-jaring, dan patok-patok bambu sungguh menciptakan  efek bak wallpaper alam.
Akankah keindahan itu juga seindah harapan para petani ikan hias yang kini tinggal menyisakan 6 (enam) orang saja yang bertahan membudidayakan beberapa jenis ikan hias di danau yang secara tradisional 'terbagi' dua itu?
"Di ujung sini disebut Situ Cikuning dan di ujung sana disebut Situ Cigagu," ujar salah satu petani sambil menjelaskan juga kisah urban legend dari masing-masing penamaan danau yang sebenarnya berada dalam satu area danau yaitu: Situ Kemang.
Situ atau setu dalam bahasa Sunda artinya adalah danau.
***
Adalah Bapak Uung yang awalnya mengajak dan mengajari beberapa orang Kampung Pondok Udik untuk beternak ikan hias.Â
Lelaki asal Citayam itu melihat peluang budidaya ikan hias sebagai komoditi yang bagus untuk memenuhi kebutuhan sentra pasar ikan hias Parung yang merupakan sentra pasar ikan hias terbesar di tanah air.