Mohon tunggu...
M Muttaqin Al Mutawakil WSJ
M Muttaqin Al Mutawakil WSJ Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

hanya seorang yang suka menulis

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Apakah Dengan Berinteraksi Anak Menjadi Cerdas? Mari Kita Jawab Dengan Teori Lev Vygotsky

24 November 2024   20:18 Diperbarui: 24 November 2024   20:18 141
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto anak yang sedang belajar (sumber: kabar pendidikan)

Apakah  interaksi social sangat penting atau apakah dengan berinteraksi anak bisa menjadi cerdas?

Lev Vygotsky, seorang psikolog Rusia, yang mengemukakan teori Lev Vygotsky yang dikenal dengan nama Sociocultural Theory atau Teori Sosial Budaya. Menerangkan bahwa perkembangan kognitif manusia sangat dipengaruhi oleh interaksi social dan budaya, menurutnya pembelajaran dan perkembangan individu tidak dapat terjadi di ruang kosong, tetapi dipengaruhi oleh lingkungan social dan budaya sekitarnya.

Di bawah akan saya jelaskan lebih lanjut terkait konsep utama dalam teori Vygotsky

1.Zona Perkembangan Proximal (ZPD)

Proximal bisa diartikan merujuk pada sesuatu yang dekat atau berada dalam jarak yang lebih dekat ke suatu titik referensi tertentu.

Bagi Vygotsky yang menekankan bahwa pembelajaran yang paling efektif terjadi dalam ZPD ini, Ketika seorang anak atau individu diberikan tantangan yang sedikit lebih tinggi dari kemampuan mereka, namun masih mampu untuk dicapai dengan bantuan dari seorang teman sebaya, guru, atau orang sekitar yang dapat membanbantunya untuk menyelesaikan tantangan tersebut.

Sebagai contoh dari ZPD : ketika seorang anak belajar menulis, seorang guru atau orang dewasa yang lebih berpengalaman dapat memberikan bimbingan tentang cara memegang pensil dengan benar, membentuk huruf-huruf, dan menulis kata-kata. Dengan bimbingan ini, anak dapat mengembangkan keterampilan menulisnya dengan lebih cepat dari pada jika dia hanya belajar sendiri.

2.Interaksi Sosial dan Pembelajaran

Menurut Vygotsky interaksi social merupakan aspek fundamental dalam perkembangan kognitif. Proses pembelajaran yang terjadi dalam interaksi social ini memungkinkan anak atau individu untuk membangun pengetahuan atau belajar Bersama-sama. Proses ini biasanya melibatkan percakapan, diskusi, atau kolaborasi dengan orang lainnya.

Sebagai contohnya : dalam sebuah kelas, anak-anak belajar dengan cara berdiskusi atau bekerja sama untuk memecahkan permasalahan yang diberikan oleh guru, bukan hanya sekedar mendengar apa yang disampaikan oleh guru di dalam kelas.

3. Peran Bahasa dalam perkembangan kognitif

Bagi Vygotsky, Bahasa adalah alat kognitif utama yang memungkinkan seseorang untuk berkomunikasi, berpikir, dan memecahkan masalah-masalah. Bahasa bukan hanya sekedar alat berkomunikasi, tetapi juga untuk mengotganisasi dan membentuk pikiran seseorang. Menurutnya, Ketika anak belajar berbicara, mereka juga mulai mengorganisir pemikiran mereka. Ia membedakan antara dua jenis penggunaan Bahasa:

  • Bahasa social : Digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • Bahasa pribadi : Digunakan untuk berbicara dengan diri sendiri, yang membantu anak dalam berpikir dan menyelesaikan masalah.

4. Scaffolding (Penompang Pembelajaran)

Konsep ini merupakan perkembangan dari ZDP dan merujuk pada proses seorang pembimbing memberikan dukungan atau bantuan untuk membantu anak menyelesaikan tugas-tugas. Dukungan yang dimaksud bisa berupa instruksi, petunjuk, atau pertanyaan-pertanyaan yang digunakan untuk membimbing individu mencapai pemahaman. Seiring dengan waktu, dukungan ini dikurangi secara bertahap sampai anak mampu menyelesaikan tugasnya dengan mandiri.

Sebagai contoh dari scaffolding : seorang guru memberikan petunjuk atau Langkah-langkah dalam mengerjakan soal matematika.

5. Pengaruh Budaya dalam Perkembangan

Vygotsky juga mengemukakan bahwa budaya memengaruhi cara individu berpikir dan berkembang. Setiap budaya memiliki alat, simbol, dan praktik tertentu yang digunakan untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan kepada individu. Oleh karena itu, perkembangan kognitif individu sangat dipengaruhi oleh konteks budaya tempat mereka berada.

Contoh: Anak-anak yang tumbuh dalam budaya yang menekankan pembelajaran mandiri mungkin mengembangkan kemampuan berpikir secara berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan dalam budaya yang lebih kolaboratif.

Dan masih ada beberapa konsep-konsep utama lainnya dalam teori ini, yang intinya teori Vygotsky berfokus pada pentingnya interaksi social dalam perkembangan kognitif anak. Teory ini relevan dalam Pendidikan karena menekankan pentingnya bantuan dari orang lain dalam proses pembelajaran serta pengaruh budaya dalam perkembangan kognitif seorang anak.Teori belajar Vygotsky adalah teori belajar yang dikenal sebagai Interaksi Sosial dalam proses pembentukan pemahaman dan pengetahuan peserta didik.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun