Mohon tunggu...
Luna Septalisa
Luna Septalisa Mohon Tunggu... Administrasi - Pembelajar Seumur Hidup

Nomine Best in Opinion 2021 dan 2022 | Penulis amatir yang tertarik pada isu sosial-budaya, lingkungan dan gender | Kontak : lunasepta@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Kekerasan dalam Dunia Pendidikan, Maskulinitas Toksik dan Fenomena "Negeri Tanpa Ayah"

12 September 2022   14:11 Diperbarui: 22 September 2022   10:19 1691
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Lalu, apa pula itu fenomena "negeri tanpa ayah" (fatherless country phenomenon)? 

Sebagaimana dikutip dalam cnnindonesia.com, Indonesia menempati urutan ke-3 dunia sebagai negara dengan anak-anak tanpa ayah (fatherless country) terbanyak. 

Menurut psikolog Amerika, Edward Elmer Smith, yang dimaksud dengan fatherless adalah hilangnya peran ayah di rumah, baik secara fisik maupun psikologis. Sementara fatherless country adalah negara dengan peran ayah yang minim. 

Kementerian Sosial mencatat, sampai saat ini jumlah anak yatim piatu di Indonesia sekitar 4.043.622 anak.

Jumlah ini mengalami peningkatan hingga mencapai lebih dari 32.216 anak (pada tahun 2022) karena kematian orangtua akibat Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 silam. 

Itu yang memang fatherless secara fisik. Bagaimana dengan jumlah anak yang fatherless secara psikologis? 

Sayangnya, data dan penelitian yang berkaitan dengan fenomena fatherless di Indonesia masih sangat jarang dan terbatas.

Isu fatherless country merupakan masalah global yang terjadi di mana-mana. 

Di negara Barat, sebab utama fenomena fatherless adalah ayah dan ibu yang tidak menikah (unmarried fathers and mothers), di mana kebanyakan anak tersebut hanya hidup dengan ibunya.

Sementara di Indonesia, kebanyakan terjadi pada orangtua yang masih terikat pernikahan tapi tugas pengasuhan anak tidak dipenuhi oleh ayah. Contohnya, ayah terlalu sibuk bekerja dan sering bepergian ke luar kota serta tidak menjadikan keluarga sebagai prioritas sehingga anak kurang dekat atau tidak mendapat kasih sayang serta didikan yang cukup dari ayahnya. 

Mengapa ada fenomena fatherless country? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun