“Lagipula, makanan begitu kata ibuku hanya boleh di makan sekali-kali saja. Tidak baik dimakan setiap hari” Ucap Dhia lagi
“Iya benar, aku juga tidak diperbolehkan makan makanan seperti itu di rumah maupun di sekolah oleh ibuku”
“ Katanya, makanan seperti itu hanya untuk acara pesta saja” Timpal Gajah dan Kelinci akhirnya menjawab, turut mengamini perkataan Orang utan.
“Uh..., tentu tidak! Nih buktinya, aku gemuk dan sehat”
“ Buah dan wortel makanan apaan itu? Ih..!, pasti tidak enak dan menjijikan!” Babi tetap menyebut buah dan wortel menjijikkan dan tidak enak.
“Kelinci dan gajah juga Orang utan hampir menangis karenanya, makanan pemberian ibu tersayang mereka diejek dan dikatakan menjijikkan oleh Babi.
Akhirnya keributan itu terdengar oleh bu guru Kera, dan ibu gurupun menghampiri anak-anak yang sedang bertikai itu lalu bertanya
“Ada apa sih anak-anak, mau makan ko kalian malah ribut”
“Ini Bu guru, makanan saya dan makanan Gajah juga Kelinci, katanya menjijikkan dan tidak enak kata Babi” Dhia dengan wajah kesal mengadukan perbuatan Babi.
“Babi, kamu tidak boleh berkata seperti itu, ya” Tegur bu Guru Kera kepada Babi
“ Emang kamu membawa makanan apa dari rumah Dhia, Gajah dan Kelinci?” Tanya bu guru Kera, sambil memeriksa makanan yang di bawa oleh ketiga anak binatang itu.