Mohon tunggu...
Liliek Purwanto
Liliek Purwanto Mohon Tunggu... Penulis - penulis

-

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Sembari Mudik, Menjalankan Sunnah Rasul secara Otomatis

4 Juni 2019   20:30 Diperbarui: 4 Juni 2019   20:47 133
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

AC Alam Jauh Lebih Menyegarkan

Perjalanan melewati dataran tinggi Kopeng di Kabupaten Magelang memberikan keuntungan kedua bagi kami. Jalanan yang tak ramai tentu saja tak banyak menyumbang polusi udara dan juga polusi suara. Hawa pagi di sekitar lokasi wisata Kopeng yang sangat sejuk juga merupakan penghilang penat alami.

Udara segar melebarkan paru-paru kami. Tanaman hijau diselingi beberapa macam warna bunga di kanan kiri jalan yang kami lalui menyehatkan mata kami. Dan Air Conditioner yang disumbang oleh alam berupa angin semribit yang masuk dari jendela mobil sedikit mengurangi konsumsi bensin mobil yang kami tumpangi.

Kendaraan keluarga kami yang terkenal irit itu menjadi semakin hemat bahan bakar. Bukankah hal itu turut membantu menyukseskan program negara mengurangi penggunaan energi yang tak terbarukan? He he, maaf rada maksa, nih.

Yang jelas, saya bisa mengibaratkannya dengan sebuah peribahasa "Sambil menyelam minum air." Sembari perjalanan mudik, kami menikmati pemandangan alam nan asri dan sejuk.

Menjalankan Sunnah Rasul secara Otomatis

Perjalanan mudik kami membawa dampak positif yang lain. Efek bagus itu menyangkut salah satu sunnah Rasul berkaitan dengan salat Idul Fitri. Sunnah yang saya maksud adalah mengambil rute yang berbeda antara keberangkatan menuju tempat salat dan kepulangan dari tempat salat.

Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berada di hari ied, beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, No. 986)

Bagaimana tidak. Kami berangkat dari kota Semarang. Kemudian melaksanakan salat Id di tengah perjalanan, misalnya yang pernah kami lakukan di masjid dekat Alun-Alun kota Magelang. Selepas salat, kami pulang ke rumah orang tua ke arah selatan.

Tentu saja kami harus mengambil jalan yang berbeda. Jika kami mengambil jalan yang sama, kami akan kembali lagi ke tempat tempat semula di Semarang. Kami nggak jadi mudik, dong.

Sementara itu, ada beberapa sunnah lain yang sebaiknya dilakukan sebelum salat Idul Fitri. Sunnah-sunnah itu antara lain mandi, mengenakan pakaian terbaik dan wangi-wangian serta makan. Kami bisa menjalankan sunnah-sunnah tersebut di rumah atau dalam perjalanan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun