Sore itu, hujan turun perlahan yang mengantarkanku pada sebuah tempat yang menawarkan keindahan alam yang menawan. Langkah kaki pun terhenti, sejenak mengamati dan mencoba untuk menikmati.
Green Sabin, tulisan bernuansa hijau itu sudah terlihat dari kejauhan di tengah-tengah area persawahan yang luas membentang. Semakin mendekat, semakin hati terpikat dengan nuansa alam yang menyejukan.
Sebuah rumah bernuansa jawa menjadi tempat pemberhentian sore itu. Tempat berteduh dan sekedar untuk menikmati kopi khas yang disajikan di tempat itu. Apalagi dengan tambahan mendoan dan juga makanan desa yang ditawarkan sungguh menggoda.
Meskipun hari sudah berlalu menuju malam yang sepi, tapi tidak di tempat ini. Lampu-lampu di berbagai sudut menyala dengan begitu anggun. Menampakan cahaya yang indah. Jalanan yang beralaskan kayu dan lampu-lampu di sudut jalan menjadi penghias malam yang rupawan.
Green Sabin, Wisata Bernuansa Alam dan Edukasi Pertanian
Tempat ini memang tidak hanya menawarkan suasana malam yang syahdu tetapi juga nuansa alam yang merdu. Berjalan beriringan dengan hujan rintik yang jatuh perlahan. Duduk di sudut-sudut yang disediakan di bawah lampu yang menghiasi malam. Genangan-genangan air sisa hujan dan pantulan cahaya dari kolam menambah keindahannya.
Semilir angin yang mendayu-dayu menambah dinginnya malam itu. Suara jangkrik yang bersahut-sahutan di tepian sawah. Ditambah dengan suara katak yang berlomba-lomba menghibur malam. Menjadikan malam itu begitu merdu di Green Sabin.
Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, Green Sabin berdiri kokoh dengan berbagai fasilitas pendukungnya. Berjalan di jembatan yang dibangun di atas sawah, kolam-kolam ikan yang berada di samping kanan dan kiri. Jembatan jaring yang membelah kolam menuju aula utama menjadi pemikatnya.
Nuansa alam masih terasa sangat kental. Bangunan-bangunan kayu dan bambu yang tersusun rapi menjadi sebuah bangunan-bangunan yang unik di sana. Aroma malam akan begitu terasa ketika berjalan berkeliling di Green Sabin dengan ditemani hiasan lampu yang memancarkan beragam cahayanya.
Green Sabin Wisata Baru di Purbalingga
Meskipun demikian, destinasi wisata ini sudah membuat banyak orang penasaran dengan kemunculannya di berbagai media sosial. Sebetulnya, pihak pengelola sendiri sudah menyiapkan protokol kesehatan ketika nantinya pariwisata sudah diperbolehkan dibuka di tengah pandemi.
"Targetnya dibukanya belum tahu, kami menunggu imbauan pemerintah terkait dengan dibukanya objek-objek wisata," kata Direktur Green Sabin, Radhitya Banuaji Prastowo atau yang akrab disapa Radhit.
Green Sabin sebetulnya belum sepenuhnya selesai 100 persen. Sampai saat ini tahap penyelesaian wisata tersebut kurang lebih sudah mencapai 80 persen. Tinggal memantapkan beberapa pendukung lainnya sehingga Green Sabin ini akan tampil dengan sempurna.
Fasilitas yang disediakan di Green Sabin nantinya ada coffee shop, restaurant, aula yang bisa digunakan untuk pernikahan, galeri, pameran dan lainnya. Green Sabin ini juga menawarkan nuansa alam persawahan yang luas membentang dan edukasi pertanian bagi pengunjungnya.
Green Sabin ini tidak hanya dibuka saat malam tetapi juga saat siang. Di siang hari inilah nuansa alam Desa Cipaku ini akan lebih terasa hangatnya. Apalagi dengan sajian Gunung Slamet yang menjulang dengan jelas dengan pesona langit biru kala cuaca sedang cerah. Tentu akan menambah pesonanya tersendiri.
Green Sabin Kembangkan Kearifan Lokal
Bagi penikmat wisata, Green Sabin bisa menjadi salah satu list tempat wisata yang bisa dikunjungi. Jalur menuju lokasi yang tidak terlalu sulit tentu akan memudahkan wisatawan yang akan datang.
Bagi mereka para pecinta fotografi tentu ada yang kurang ketika tidak meninggalkan jejak digital. Ada banyak spot foto menarik yang bisa menjadikan foto tampak lebih cantik. Tentu amat sangat disayangkan apabila tidak mengabadikan momen saat berada di Green Sabin. (Lilian Kiki Triwulan)
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI