Memang di tahun tahun yang lalu, dilakukan pelatihan kesiapsiagaan bencana di setiap hari peringatan Kesiapsiagaan Bencana pada 26 April. Namun, hal ini tidak lagi bisa dijadikan kebiasaan yang tidak produktif.
Pertama, berkenaan dengan perencanaan pembangunan berdasarkan penghitungan risiko kebencanaan. Tata ruang seluruh wilayah perlu memiliki ketegasan dalam pengaturan zonasi daerah rawan bencana demi aspek pengurangan dampak bencana.
Kedua, keterlibatan akademisi dan pakar-pakar kebencanaan diharapkan untuk mengalisis pitensi bencana.
Ketiga, pemerintah daerah perlu siaga dalam menghadapi bencana di wilayah otoritas mereka. Gubernur bertindak sebagai komandan satuan tugas darurat untuk melakukan penanganan bencana. Pangdam dan Kapolda akan membantu kerja komandan satgas darurat itu.
Keempat, perawatan sistem peringatan dini bencana yang terpadu. Tim intelijensi BNPB bakal langsung membuat analisis terkait titik-titik rawan bencana yang membutuhkan kehadiran sistem peringatan tersebut. Kerja para tim ini juga harus dikoordinasikan bersama kementerian dan lembaga terkait agar sistem peringatan dini segera terwujud.
Kelima, dilakukan edukasi kebencanaan, terutama di daerah rawan bencana.
Keenam, penting juga dilakukan latihan dan simulasi penyelamatan diri dan penanganan secara berkala.
Untuk itu, di bawah ini saya sertakan langkah langkah persiapan yang perlu dilakukan masyarakat ketika terjadi bencana banjir bandang. Tentu perlu pula dilakukan kesiapsiagaan masyarakat pada kemungkinan bencana yang relevan di wilayah masing masing.Â
Selain itu, terdapat Call Center Kemenkominfo yang dapat dihubungi masyarakat.Â