Mohon tunggu...
Levina Litaay
Levina Litaay Mohon Tunggu... Insinyur - Simple, smart, sportive

Community base development, complex problem solving, event organizer

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Potensi Ekonomi Pulau: Produk dan Jasa di Kepulauan Teon Nila Serua

13 April 2023   17:59 Diperbarui: 17 April 2023   00:37 2590
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Warga sedang membuat sapu lidi dari tulang daun pohon "gamutu" (dok. pribadi)

Menurutnya ketika sedang membangun gereja, pernah disinggahi sebuah kapal turis dengan penumpang sekitar 500 orang. Mereka meminta ijin untuk dipandu ke puncak gunung dan membuat dokumentasi foto pulau vulkanik Teon.

Adapun sebelum meninggalkan pulau kepala rombongan memberi uang Rp 5.000.000,- (lima juta) untuk disumbangkan bagi pembangunan gereja. Ditanyakan oleh penulis, uang tersebut untuk apa, lagi-lagi menurut Kadus Mesa digunakan untuk pembangunan dan sebagian untuk membeli kursi.

Tulisan ini bertujuan merekam potensi ekonomi pulau vulkanik ini dalam upaya mendorong masyarakat dalam mengolahnya sekalipun jika dilihat masih sangat minim infrastruktur dasar seperti listrik, air, dan tidak adanya dermaga.

Hasil Perikanan

Hal menarik ditemukan bahwa dengan mudah kita menuju ke laut dengan sampan, perahu semang atau speedboat untuk memancing dan mendapat hasil tangkapan beragam.

Tangkapan warga jenis ikan kakap merah (dok. pribadi)
Tangkapan warga jenis ikan kakap merah (dok. pribadi)

Hasil laut seperti berbagai jenis ikan, udang lobster, kepiting, teripang, kerang dibuat panganan baik digoreng maupun dimasak “ikan kuah”. Pengolahan hasil laut yang dilakukan di pulau baru ditemukan ikan asin dan inasua (produk fermentasi).

Hasil Ladang 

Karena tanah vulkanik yang begitu subur, maka pisang dan umbi-umbian mudah tumbuh dan sekaligus menjadi sumber karbohidrat bagi masyarakat di pulau. Olahannya dapat berupa pisang goreng, pisang rebus, pisang santan ataupun kripik pisang yang disebut “vitera’ kata mereka. Begitupun dengan umbi-umbian.

Dalam perjalanan pulang maka dari Pulau Nila, penulis diberikan buah mangga oleh Kadus Kokroman Ical Lakotany dan ikan bakar "bubara" (baracuda) yang disantap bersama di kapal. 

TNS Kepulauan sangat tersohor dengan mangga dan jeruk manisnya, disamping cengkeh dan pala.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun