Menurut Silverman et al. 2010. Stress adalah reaksi tubuh terhadap perubahan yang membutuhkan respons, regulasi, dan/atau adaptasi fisik, psikologis, dan emosional. Penyebab stress ada berbagai macam, contohnya : situasi, kondisi, pemikiran, kemarahan, kegugupan, dan kecemasan.Â
Stress banyak dialami dan dirasakan oleh hampir setiap orang dan stress biasanya berasal dari berbagai macam hal yang datang ke dalam hidup seseorang.
Menurut Musradinur 2016. Terdapat 4 pandangan terkait stress yaitu stress sebagai stimulus, stress merupakan respon, stress merupakan interaksi antara individu dengan lingkungan, dan stress sebagai hubungan antara individu dengan stressor.Â
Pertama, stress merupakan stimulus yang bisa diartikan bahwa seseorang mengalami stress karena berada dalam sebuah lingkungan yang memberikan dia stressor kepada diri sendiri.Â
Contohnya adalah kita mendapatkan tekanan yang cukup tinggi apabila berada di terminal yang ramai dengan keadaan sedang telat. Kedua, stress sebagai respon dimana kita akan merasakan perubahan pada diri kita pada saat kita sedang dalam keadaan stress. Respon perubahan ini bisa bersifat psikologis, fisiologis, dan tingkah laku.Â
Contohnya adalah orang yang cemas akan merasakan detak jantung yang lebih cepat. Ketiga, stress sebagai interaksi antara individu dengan lingkungan yang umumnya terjadi apabila seseorang mengalami sebuah interaksi terhadap lingkungan dia berada.Â
Interaksi ini adalah sebuah interaksi transaksional karena interaksi ini saling mempengaruhi satu dengan lainnya melalui perilaku kognitif dan emosional. Stress ini memiliki variasi antara lain : kondisi individu (Umur, Jenis Kelamin, Kondisi Fisik, dll), karakteristik kepribadian (Introvert dan extrovert), variabel sosial-kognitif (Dukungan sosial yang dirasakan), hubungan dengan lingkungan sosial (Integrasi dalam jaringan sosial), dan strategi coping.Â
Keempat, stress sebagai hubungan antara individu dengan stressor dimana pada umumnya terjadi karena adanya hubungan antara individu dengan stressor yang dialami seperti penyakit jasmani atau konflik internal. Contohnya adalah frustasi, konflik, tekanan (pressure), dan krisis.
Menurut penelitian Musradinur 2016, ada 3 Faktor yang dapat menimbulkan stress. Faktor pertama yakni lingkungan. Lingkungan adalah salah satu faktor stress yang umum dialami oleh banyak masyarakat. Lingkungan memberikan banyak dampak dan tekanan bagi seseorang dimana sebuah lingkungan dapat memaksa seseorang harus beradaptasi dengan keadaan lingkungan.Â
Stress karena lingkungan ini terdapat 3 jenis, yaitu Sikap Lingkungan, Tuntutan Keluarga , dan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Faktor kedua berasal dari diri sendiri. Seorang manusia pasti memiliki keinginan serta kebutuhan yang perlu mereka penuhi, dimana seseorang akan bekerja keras untuk mencapai keinginan tersebut.Â
Tetapi disisi lain disaat kita mengejar target yang diinginkan banyak tantangan yang harus dilewati, tantangan inilah yang biasanya dapat menimbulkan tekanan besar bagi diri seseorang, karena tantangan ini yang menghalangi diri untuk mencapai keinginan dan kebutuhan yang diperlukan oleh seorang manusia.Â
Faktor ketiga berasal dari pikiran. Terdapat 2 jenis pikiran yang dapat mempengaruhi stress seseorang yaitu pikiran pribadi tentang lingkungan dan sebaliknya serta penilaian pribadi terhadap bagaimana ia beradaptasi dengan individu lainnya.Â
Beban pikiran ini biasanya dapat menimbulkan tekanan yang cukup untuk menimbulkan stress kepada seseorang dikarenakan menurut beberapa individu apa yang dipikirkan oleh lingkungan serta masyarakat yang ada di lingkungan tersebut terhadap dia itu penting karena ia ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan serta masyarakat di dalamnya.
Setelah membahas faktor ada juga jenis jenis stress yang biasa kita alami sehari hari. Menurut penelitian priyoto ada 3 jenis stress yang biasa kita alami.Â
Stress ringan adalah salah satu dari tiga jenis stress. Stress ringan ini adalah stress umum yang biasa kita alami atau terjadi cukup sering, stress ini tidak memberikan dampak yang besar bagi seseorang karena hanya berlangsung sebentar, contohnya terjebak macet di pagi hari saat ingin ke kantor atau sekolah.Â
Stress ringan tidak selamanya buruk karena sebenarnya stress ini dapat memberikan dampak positif kepada seseorang, karena stress ini akan menjadi trigger kepada seseorang untuk melakukan suatu hal lebih baik daripada sebelumnya.Â
Stress sedang adalah jenis stress yang kedua dari tiga jenis stress. Stress sedang adalah jenis stress yang cukup sering terjadi juga pada hidup seseorang walaupun tidak repetitif stress ringan. Stress ini timbul dikarenakan berbagai hal seperti, Orang tua yang cemas apabila anaknya sakit, ada permasalahan yang belum selesai dengan sahabat atau pacar. Stress ini biasanya memberikan dampak kepada orang seperti susah tidur,mules, dan pegal pegal.Â
Stress berat adalah jenis terakhir yang dapat kita alami di kehidupan kita. Stress berat adalah stress yang terjadi mungkin sekali atau sangat jarang di kehidupan kita,stress ini dapat menimbulkan efek yang cukup mencemaskan bagi seseorang apabila terjadi sangat lama. Contohnya adalah perselisihan antara suami istri, kesulitan finansial yang tak kunjung selesai.Â
Stress ini dapat memberikan dampak kepada seorang individu, individu akan mengalami gangguan hubungan sosial dengan individu lainnya,kurang produktif, dan akan mengurung diri untuk menghindari berbagai interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
Disusun oleh Kelompok 10 :
- Alfian Arief Santoso (G64180061)
- Ananda Alfarishi Anwar (G64180097)
- Lee Roy Akbar(G64190025)
- Dwayne Cameron Sjahid (G64190085)
Dosen Pengampu :
- Dr. Megawati Simanjuntak, S.P., M.Si.
- Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
DEPARTEMEN ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
FAKULTAS EKOLOGI DAN MANUSIA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI