Mohon tunggu...
Lailiyah Nurul Safitri
Lailiyah Nurul Safitri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswi

Hanya seorang mahasiswi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengenal Fenomena Revenge Bedtime Procrastination dan Bahayanya

12 Maret 2022   20:00 Diperbarui: 12 Maret 2022   20:19 1131
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber foto: Dokumen pribadi

Apakah kamu sering tidur larut malam karena terlalu asik bermain ponsel? Mungkin kamu sudah paham bahwa hal tersebut tidak baik, namun kenyataannya kamu tetap melakukan hal itu hingga akhirnya waktu tidur pun menjadi tertunda. Kamu terlalu sibuk men-scrolling layar ponselmu, menonton film, membaca buku, atau bahkan melakukan kegiatan semacamnya, dan pada saat kamu melihat jam, ternyata sudah larut malam. Jika kamu pernah merasa seperti itu, meme ini mungkin sangat menggambarkan dirimu

Sumber foto: https://twitter.com/_sakanoue/status/1410602400285483017
Sumber foto: https://twitter.com/_sakanoue/status/1410602400285483017

Ada suatu istilah yang menggambarkan fenomena tersebut. Istilah itu disebut sebagai revenge bedtime procrastination. Apa sih sebenarnya revenge bedtime procrastination itu?

Pengertian revenge bedtime procrastination

Revenge bedtime procrastination merupakan sebuah kondisi disaat seseorang menunda waktu tidurnya demi melakukan hal lain yang tidak sempat ia lakukan di siang hari. Awalnya, istilah tersebut muncul dari sebuah penelitian di Belanda pada tahun 2014 dengan judul Bedtime procrastination: Introducing A New Area of Procrastination. Selang beberapa tahun kemudian, seorang jurnalis yang bernama Daphne K. Lee menulis cuitan yang sempat viral di akun Twiterr-nya tentang revenge bedtime procrastination.

Sumber foto: https://twitter.com/daphnekylee/status/1277101831693275136
Sumber foto: https://twitter.com/daphnekylee/status/1277101831693275136
Di dalam cuitan tersebut, Daphne mengungkapkan bahwa revenge bedtime procrastination merupakan sebuah fenomena pada beberapa orang yang tidak memiliki banyak kendali atas kehidupan siang harinya sehingga mereka menolak untuk tidur lebih awal agar bisa mendapatkan kembali rasa kebebasan di larut malam. Dari hal tersebut akhirnya penggunaan kata “revenge” atau yang didalam bahasa Indonesia berarti balas dendam, dirasa cocok untuk menggambarkan kondisi penundaan waktu tidur ini sebab pada saat siang hari mereka cenderung merasakan kurangnya waktu luang yang ada dan memilih untuk melampiaskan waktu luangnya pada malam hari. Akhirnya, hal tersebut pun menyebabkan jadwal tidur menjadi terganggu.

Penyebab revenge bedtime procrastination

Adapun beberapa penyebab revenge bedtime procrastination, yakni:

  1. Keterlambatan jam tidur sehingga menyebabkan kurangnya jatah tidur
  2. Tidak adanya alasan khusus untuk menunda waktu tidur, misalnya sakit
  3. Sadar bahwa tindakan menunda waktu tidur dapat berdampak negatif bagi tubuh jika dilakukan secara terus-menerus, namun ia tetap memilih untuk melakukan hal tersebut
  4. Adanya perbedaan chronotype atau waktu tidur setiap orang. Contohnya, ada seseorang yang lebih produktif di malam hari atau yang biasa disebut “night owl” dan ada pula seseorang yang lebih produktif di pagi hari atau yang biasa disebut sebagai “early bird”.

Efek revenge bedtime procrastination

Fenomena revenge bedtime procrastination tentu dapat menyebabkan kurangnya jam tidur sehingga membawa banyak dampak negatif, seperti:

  1. Menurunnya konsentrasi
  2. Memicu stress
  3. Melemahnya daya ingat
  4. Mengingkatnya tekanan darah
  5. Menurunnya sistem kekebalan tubuh
  6. Gangguan kecemasan dan depresi.

Cara mengatasi revenge bedtime procrastination

Untuk mengatasi revenge bedtime procrastination, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan, diantaranya:

  • Jauhkan dan matikan smartphone, laptop, atau perangkat digital lainnya minimal 30 menit sebelum tidur. Hal ini bertujuan agar tidak menyebabkan kecanduan, contohnya saat kamu sibuk men-scrolling sosial media, maka kemungkinan akan sulit bagimu untuk berhenti bermain sosial media. Selain itu, tujuan lainnya juga untuk menghindari blue light yang dipancarkan dari layar smartphone.
  • Hindari mengonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya pada sore atau malam hari
  • Menjadikan tidur sebagai prioritas. Buatlah alasan mengapa tidur harus menjadi prioritas, seperti contohnya, “Saya harus tidur awal agar besok bisa lebih produktif lagi”
  • Menyusun jadwal harian. Adanya jadwal yang tertata dapat membantu kita untuk mengatur hal apa saja yang perlu dilakukan dan meminimalisir melakukan hal-hal yang tidak penting
  • Memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Hal ini bertujuan agar nantinya tidak mengganggu waktu tidur. Manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan hobi atau hal yang disuka.
  • Melakukan relaksasi atau meditasi sebelum tidur
  • Mencoba memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari. Namun, apabila kamu sudah terbiasa tidur larut malam, kamu dapat mencoba untuk memajukan jam tidurmu sedikit demi sedikit. Contohnya, saat kamu sudah terbiasa untuk tidur di jam 1 malam, agar bisa memiliki jadwal tidur yang baik, kamu dapat mencoba memajukan waktu tidurmu, misalnya dengan tidur di jam 12 malam. Jika kamu sudah berhasil, maka selanjutnya kamu dapat memajukan lagi jam tidurmu di jam 11.30. Begitu pula seterusnya hingga kamu bisa memperbaiki pola tidurmu dan memperoleh lama jam tidur yang ideal.

Dilansir dari laman website Sleep Foundation, rekomendasi lama jam tidur yang ideal berdasarkan rentang usia adalah sebagai berikut,

Sumber foto: Dokumen pribadi
Sumber foto: Dokumen pribadi

Tetapi, pada beberapa orang mungkin lama jam tidur tersebut berbeda-beda, tergantung dari kondisi orang itu sendiri. Banyak sedikitnya kegiatan yang dilakukan selama satu hari juga memengaruhi waktu tidur, oleh karena itu kamu juga dapat menyesuaikannya untuk mendapatkan waktu tidur yang optimal. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang mau tak mau menyebabkan kita untuk lebih banyak berkegiatan di rumah, pasti ada saja saat-saat yang membuat kita merasa bosan dan jenuh. Nah, pada saat itulah terkadang kita terlalu abai dengan kesehatan diri sendiri. Mengabaikan kesehatan tentu dapat membawa banyak dampak negatif. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal harganya.

Mulai dari sekarang, mari perbaiki waktu tidur yang lebih sehat. Awalnya memang terasa sulit karena mungkin bagi sebagian orang tidur larut malam sudah menjadi kebiasaan. Namun, apabila ada niat untuk berubah menjadi lebih baik, maka selalu ada jalan. Kuncinya ada pada manajemen waktu yang baik. Aturlah waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan gunakan waktu luang sebaik-baiknya sehingga nanti pada saat jam tidur pikiran menjadi tenang.

Sumber:

Kendra Cherry. “What Is Revenge Bedtime Procrastination?”. Verywellmind

Eric Suni. “How Much Sleep Do We Really Need?”. Sleep Foundation

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun