Fenomena revenge bedtime procrastination tentu dapat menyebabkan kurangnya jam tidur sehingga membawa banyak dampak negatif, seperti:
- Menurunnya konsentrasi
- Memicu stress
- Melemahnya daya ingat
- Mengingkatnya tekanan darah
- Menurunnya sistem kekebalan tubuh
- Gangguan kecemasan dan depresi.
Cara mengatasi revenge bedtime procrastination
Untuk mengatasi revenge bedtime procrastination, ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan, diantaranya:
- Jauhkan dan matikan smartphone, laptop, atau perangkat digital lainnya minimal 30 menit sebelum tidur. Hal ini bertujuan agar tidak menyebabkan kecanduan, contohnya saat kamu sibuk men-scrolling sosial media, maka kemungkinan akan sulit bagimu untuk berhenti bermain sosial media. Selain itu, tujuan lainnya juga untuk menghindari blue light yang dipancarkan dari layar smartphone.
- Hindari mengonsumsi kopi atau minuman berkafein lainnya pada sore atau malam hari
- Menjadikan tidur sebagai prioritas. Buatlah alasan mengapa tidur harus menjadi prioritas, seperti contohnya, “Saya harus tidur awal agar besok bisa lebih produktif lagi”
- Menyusun jadwal harian. Adanya jadwal yang tertata dapat membantu kita untuk mengatur hal apa saja yang perlu dilakukan dan meminimalisir melakukan hal-hal yang tidak penting
- Memanfaatkan waktu luang dengan sebaik-baiknya. Hal ini bertujuan agar nantinya tidak mengganggu waktu tidur. Manfaatkan waktu tersebut untuk melakukan hobi atau hal yang disuka.
- Melakukan relaksasi atau meditasi sebelum tidur
- Mencoba memiliki waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari. Namun, apabila kamu sudah terbiasa tidur larut malam, kamu dapat mencoba untuk memajukan jam tidurmu sedikit demi sedikit. Contohnya, saat kamu sudah terbiasa untuk tidur di jam 1 malam, agar bisa memiliki jadwal tidur yang baik, kamu dapat mencoba memajukan waktu tidurmu, misalnya dengan tidur di jam 12 malam. Jika kamu sudah berhasil, maka selanjutnya kamu dapat memajukan lagi jam tidurmu di jam 11.30. Begitu pula seterusnya hingga kamu bisa memperbaiki pola tidurmu dan memperoleh lama jam tidur yang ideal.
Dilansir dari laman website Sleep Foundation, rekomendasi lama jam tidur yang ideal berdasarkan rentang usia adalah sebagai berikut,
Tetapi, pada beberapa orang mungkin lama jam tidur tersebut berbeda-beda, tergantung dari kondisi orang itu sendiri. Banyak sedikitnya kegiatan yang dilakukan selama satu hari juga memengaruhi waktu tidur, oleh karena itu kamu juga dapat menyesuaikannya untuk mendapatkan waktu tidur yang optimal. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini yang mau tak mau menyebabkan kita untuk lebih banyak berkegiatan di rumah, pasti ada saja saat-saat yang membuat kita merasa bosan dan jenuh. Nah, pada saat itulah terkadang kita terlalu abai dengan kesehatan diri sendiri. Mengabaikan kesehatan tentu dapat membawa banyak dampak negatif. Oleh sebab itu, kita perlu menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal harganya.
Mulai dari sekarang, mari perbaiki waktu tidur yang lebih sehat. Awalnya memang terasa sulit karena mungkin bagi sebagian orang tidur larut malam sudah menjadi kebiasaan. Namun, apabila ada niat untuk berubah menjadi lebih baik, maka selalu ada jalan. Kuncinya ada pada manajemen waktu yang baik. Aturlah waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dan gunakan waktu luang sebaik-baiknya sehingga nanti pada saat jam tidur pikiran menjadi tenang.
Sumber:
Kendra Cherry. “What Is Revenge Bedtime Procrastination?”. Verywellmind
Eric Suni. “How Much Sleep Do We Really Need?”. Sleep Foundation