Hal tersebut dapat terjadi karena spesies tersebut harus memiliki setidaknya satu aspek yang mempengaruhi fitness spesies lain ketika melakukan interaksi. Lalu, apa yang membentuk diversitas komunitas laut dalam? Prediksi terbaik adalah dengan patch-mosaic dynamics yang berhubungan dengan sebuah gangguan yang dapat menyebabkan mosaik temporal dengan skala kecil.
Laut merupakan tempat yang sangat dalam dan masih belum ditelusuri lebih jauh lagi. Masih banyak hal menarik yang dapat ditemukan di laut-dalam maka dari itu kita harus menjaga laut sebaik mungkin.Â
Hal tersebut berhubungan dengan perilaku manusia yang membuang sampah ke laut, karena pada titik terdalam -sejauh 10.000 m pun kehidupan di laut-dalam pun manusia ganggu dengan ditemukannya kantong plastik oleh peneliti pada tahun 2018.
Sumber:
- EOL. 2019. Pyrocystis fusiformis. 5 hlm. https://eol.org/pages/896863 diakses pada 19:35 WIB
- Janela, M. 2014. Ahmed Gabr breaks record for deepest SCUBA dive at more than 1,000 feet. 1 hlm. guinnessworldrecords.com diakses pada 1 Desember 2019, 18:03 WIB
- McClain, C.R. & T.A. Schlacher. On some hypotheses of diversity of animal life at great depths on the sea floor. Marine Ecology
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI