Mohon tunggu...
Kakthir Putu Sali
Kakthir Putu Sali Mohon Tunggu... Administrasi - Pecinta Literasi

Merindu Rembulan

Selanjutnya

Tutup

Puisi

"Haaaah"

3 Oktober 2017   16:27 Diperbarui: 3 Oktober 2017   16:29 474
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam perenungan senja

Menanti hujan disaat cuaca panas

Berkeringat tanpa sebab

Seperti gelas kopi yang beruap

Mata slalu terbelalak terjadi saat ini

Demo.berjilid-jilid

Laksana penerbitanb uku

Di susul kata alumni setiap jilidnya

Mataku terbelalak berucap "Haaaaahh"

Kapan wisudanya ?

Awak angkutan selalu berseteru

Antara konvensional dengan Aplikasi

Selalu ribut di jalanan

Mataku terbelalak "Haaaaah"

Kapan dapat rejekinya ?

Pemutaran sebuah film juga ramai

Bukan bioskop lawan layar tancap

Tapi upaya reka ulang peristiwa penghiatan

Mataku kembali terbelalak "Haaaaah"

Kapan perdebatan opini terselesaikan ?

Peristiwa kemanusiaan nun jauh disana di ributkan

Bencana nasional pun ribut berkepanjangan

Rasa kepedulian di anggap pencitraan

Kembali mataku terbelalak "Haaaaah"

Kapan nyinyir diberhentikan ?

Garam dapur hilang di pasaran

Kalau pun ada berharga mahal

Namun petani garam tetap termarginalkan

Kembali mataku terbelalak "Haaaaah"

Sampai kapan menyalakan petani garam ?

Jagat asmara pun selalu dihebohkan

Penghianatan pada pasangan jadi hal kebiasaan

Banyak Juga yang tertagkap tangan

Hingga mataku kembali terbelalak "Haaaaah"

Sudahkah pada sebut Istigfarnya

Dan aku pun ada yang nembak ?

"Haaaaah"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun