Perlahan ia mengamati semua pintu. Nomor ganjil ada disebelah kiri. Dan nomor genap pada di sebelah kanannya. Ia terus mengamati setiap kamar. Nomor 1101 …1103…1105, hingga terlihat sebuah kamar yang dicarinya, kamar 1113. Disebelahnya kamar 1115 tertulis “Under renovation” Dimas mengerutkan dahinya. Perasaan aneh dan mencekam terasa semakin menghujam kalbunya.
Saat ia mengambil kunci kamar dan hendak membukanya, tiba-tiba sebagian lampu Lorong padam. Dimas merasakan hembusan angin dingin aneh menerpa wajahnya. Bulu kuduknya dirasakan berdiri. Ia mencoba menenangkan diri, “Ah…saya lelaki sejati…tak pernah ada rasa takut dihati”.
Kamar pintu pun terbuka. Ia menyalakan power untuk menyalakan semua lampu di kamar. Tapi ternyata hanya satu lampu yang menyala. Persis di depan pintu. Dimas lalu masuk mencari semua saklar lampu untuk menghidupkannya. Kamar yang luas, namun terasa dingin dan sunyi. Dilihatnya AC masih diposisi off. Sesuatu hal yang aneh ada di sini.
Saat Dimas menghidupkan lampu kamar mandi, tiba-tiba dirasakan ada hembusan kabut hitam menerpa wajahnya. Dan aroma kurang sedap tercium olehnya. Sekelebat ia dapat melihat kabut hitam itu menuju jendela di pojok ruang sana. Terbisa menghadapi hal-hal aneh dalam tugasnya, Dimas mencoba tenang. Namun hal berikutnya membuat ia kaget.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan berirama persis dipojok atas kanan kamarnya. Tok…tok…tok dengan irama aneh tak biasa. “Ah tak mungkin malam-malam ada orang bekerja”, pikirnya. Dengan mantab dan keberanian yang masih tersisa Dimas mencari sumber bunyi itu. Persis di bawahnya ia membaca ayat-ayat Al Quran untuk perlindungan dari godaan syaitan.
Usahanya berhasil. Bunyi itu hilang. Baru beberapa menit. Bunyi itu terdengar Kembali. Kali ini di pojok atas dekat tempat tidurnya. Dimas pun mendekati. Diulangi lagi bacaan Al Quran seperti tadi. Kali ini harus diulangi hingga 2 kali, baru bunyi itu menghilang.
Namun tak lama berselang. Bunyi Tok…tok…tok…itu terdengar lagi. Kali ini lebih keras. Tak mau dipermainkan penghuni lama kamar 1113 ini, Dimas lalu mendekati sumber bunyi. Diulang lagi bacaan Al Quran seperti tadi. Namun kali ini penghuni ini sedikit bertahan. Hingga 4 kali bacaan Al Quran ini di ulang, baru suara itu menghilang.
Lama tak terdengar suara Tok…tok…tok yang mengganggu itu. Dimas membuka isi koper untuk berganti pakaian. Namun tak lama berselang bunyi tok…tok…tok itu terdengar lagi. Kali ini persis di pojok kamar dekat pintu masuk. Dimas dibuat kesal dengan ulah penghuni lama di kamar 1113 ini. Namun dia mencoba bersikap tenang.
Dibiarkannya suara itu terus berbunyi. Ia lalu menuju kamar mandi. Berwudhu untuk sholat. Suara itu terus berbunyi. Di tempatnya yang sama. Dititik terakhir ia berbunyi. Digelarnya sajadah. Dimas mulai dengan mengumandangkan azan perlahan. Lalu diikuti ikomah. Bunyi itu pun tiba-tiba menghilang. Beberapa saat setelah ikomah. Bunyi itu terdengar lagi.
Dimas tak ambil peduli. Ia mencoba khusuk dalam sholatnya. Tapi penghuni lama kamar 1113 ini tak berhenti menggoda. Ia menghembuskan udara di sekitar Dimas. Di atas kepalanya. Di telinganya. Diwajahnya. Pikirannya digoda dengan rasa takut dan kecemasan. Sekali-kali Dimas terpedaya. Ia larut dalam ketakutan dan kecemasan akan wujud seram sang penghuni lama kamar 1113.
Namun Iman nya kuat, ia terus memohon perlindungan Allah dari segala godaan bangsa Jin dan Syaitan yang mengganggunya. Ia terus berusaha khsusuk dalam sholatnya. Hingga sholatnya pun dilakukan dengan kekhusukan sesuai kemampuannya.