Mohon tunggu...
Muhamad Kurtubi
Muhamad Kurtubi Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengajar di pendidikan nonformal, Ketua PKBM Edukasi Jakarta

Menulis itu mudah yang susah mempraktekannya. Mempraktekkan itu mudah kalau sudah banyak menulis... Jadi sering-seringlah menulis.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Bahasa Isyarat Itu (sangat) Penting

20 Mei 2012   12:26 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:03 273
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

5. Tidurlah Sebentar agar Berprestasi

Sementara Anda berbaring, mengapa tidak tidur sebentar? Namun terlalu lama tidur di siang hari,  Anda akan menderita inersia tidur: Suatu perasaan menjadi mengantuk terus dan  malas untuk beranjak dan bergerak. Tidur siang  meski sedikit ada gunanya.

Brooks & Lack (2005) membandingkan lama waktu tidur siang antara 5, 10, 20 dan 30 menit untuk menemukan mana yang paling baik. Tujuannya, untuk peningkatan kekuatan kognitif, semangat dan tetap terjaga. Ternyata tidur siang yang terbaik adalah 10 menit. Manfaatnya  akan terlihat segera setelah 10 menit tidur siang tapi tidur siang yang lama membutuhkan waktu  lebih lama untuk bangun. Namun lima menit tidur siang memiliki manffat setengahnya, tetapi  lebih baik daripada tidak.

6. Gesture untuk Persuasif

Isarat tangan saat berbicara seperti isarat menggunting saat ia bicara, itu sangat menarik. Namun itu hanyalah kemasan dalam berkomunikasi.

Maricchiolo dkk. (2008) menemukan bahwa gerakan tangan membantu meningkatkan kekuatan pesan persuasif (meyakinkan/ajakan)  jika dibandingkan dengan tidak menggunakan gerakan. Paling efektif adalah gerakan yang membuat apa yang Anda katakan itu lebih dimengerti oleh pendengar.

7. Gesture membantu untuk memahami

Gestures (isyarat tubuh) tidak hanya membantu untuk meyakinkan orang lain, ia  juga dapat membantu kita berpikir. Dalam sebuah penelitian terhadap anak-anak, Cook et al. (2007) menemukan bahwa anak-anak yang didorong untuk melakukan gerakan tubuh (gesture)  sambil belajar, maka daya ingatnya  lebih dari apa yang mereka pelajari. Perpindahan tangan kita dapat membantu kita belajar;  tampaknya kita ini mampu berpikir jika bersama tangan kita.

8. Tersenyum untuk kebahagiaan

Tersenyum bisa membuat Anda merasa bahagia, apakah itu dibenarkan atau tidak. Strack dkk. (1988) meneliti para peserta memegang pena di mulutnya masing-masing. Tujuannya untuk melihat apakah pena yang di mulut mereka itu mampu mengaktifkan otot yang mengatur untuk senyum, atau tidak. Ternyata,  mereka  yang tersenyum dengan otot yang diaktifkan lebih lucu daripada yang lain (otot senyumnya  tidak diaktifkan dengan pena di mulut mereka).  Jadi, memaksa tersenyum itu benar-benar membuat kita melihat dunia dalam cahaya yang lebih baik.

9. Mimik untuk Berempati

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun