Mohon tunggu...
Kompasiana Watch
Kompasiana Watch Mohon Tunggu... profesional -

Watching, Shooting

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Statistik Kompasiana: Apa, Mengapa dan Bagaimana?

13 Juli 2015   00:34 Diperbarui: 13 Juli 2015   08:23 828
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Setelah sekian lama berjuang untuk bangkit dari 'kelumpuhan'nya, kini Kompasiana tampil lebih tangguh dengan memperkenalkan fitur baru diantaranya adalah data statistik artikel para kompasianer. Tentu saja dengan adanya fitur Statistik ini adalah sebagai wujud nyata dan hasil kerja keras Tim programmer Kompasiana yang berusaha memberikan data akurat sekaligus apresiasi kepada seluruh kompasianer terkait seluruh artikel yang telah dipublikasikan. Fitur ini sudah selayaknya diberikan apresiasi.

Namun demikian, masih tersimpan beberapa pertannyaan yang mendasar di benak para kompasianer, terkait dengan ditampilkannya fitur statistik tersebut.

1. Apa itu Statistik Kompasiana?

Mungkin bisa sedikit membantu mendeskripsikan apakah yang dinamakan statistik, yaitu kurang lebih adalah suatu sistem yang dibuat dengan menggunakan program khusus, yang hasilnya adalah secara otomatis menampilkan beberapa data terkait artikel para kompasianer, antara lain jumlah seluruh artikel yang telah dipublish, jumlah hits (view) dari masing-masing artikel, jumlah komentar, Rating, frekuensi artikel yang bertengger di Headline dan highlight. Karena dibuat dengan menggunakan program. maka data statistik kompasiana adalah nyata (real) dan tak bisa dibuat-buat. Dengan demikian, semua orang akan yakin dan percaya bahwa apa yang ditampilkan adalah apa adanya.

2. Mengapa harus ditampilkan data Statistik Kompasiana?

Mungkin ini yang banyak menjadi pertanyaan oleh para kompasianer, kenapa sih kompasiana mau-maunya repot membuat program Statistik? Fitur statistik adalah cermin aktivitas kompasianer. Hal ini sengaja dikembangkan oleh kompasiana dan tentu punya latar belakang dan tujuan khusus. Yang paling penting dan berguna bagi para kompasianer terkait fitur Statistik ini adalah bahwa setiap kompasianer akan bisa memantau kuantitas dan kualitas hasil karyanya yang telah ditayangkan di semua rubrik kompasiana.  

Sebelumnya, kompasianer tak bisa mengetahui secara akurat perihal data terkait artikelnya tersebut, sehingga sangat sulit mengambil kesimpulan terhadap posisi artikel dibandingkan seluruh artikel yang telah di tayangkan selama ini, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Dari sisi kuantitas sudah jelas, dimana akan diketahui jumlahnya, dan untuk sisi kualitas tentu dengan melihat data jumlah Headline dan Highlightnya. Mengenai kualitas artikel, kita semua harus sepakat, bahwa penobatan sebuah artikel yang bertengger di posisi Headline dan Highlight adalah hak dan wewenang dari para admin Kompasiana.  Namun setidaknya, kualitas artikel dapat di ketahui dari sini, minimal berdasarkan penilaian subyektip para admin Kompasiana.

Ada pula data jumlah komentar, yang menunjukkan seberapa menarikkah sebuah artikel untuk diberi komentar oleh pembaca lainnya, atau mungkin hanya sekadar mencerminkan seberapa luas pertemanan yang telah dijalin oleh penulis terkait. Semakin banyak jumlah komentar, bolehlah kiranya disimpulkan bahwa artikel terkait punya kualitas tertentu, setidaknya cukup menarik untuk dibaca.  

Lalu apa yang bisa ditarik kesimpulan dari jumlah hits (view) dari sebuah artikel?  Tingginya jumlah view, tidaklah serta merta menujukkan bahwa artikel terkait punya kualitas. Sebab bisa saja karena judul artikelnya yang bombastis, atau berhasil memancing keinginan orang untuk membacanya. Tidak sedikit para penulis yang memanfaatkan dahsyatnya sebuah judul dalam artikel yang ditulisnya, namun setelah dibaca secara keseluruhan, tidaklah seperti yang diharapkan.

3. Bagaimana mekanismenya?

Untuk data post, view, comment, headline dan highlight sudah jelas yaitu berdasarkan jumlah atau kuantitas atau frekuensinya. Namun bagaimana dengan Rating? Apa itu rating dan bagaimana cara perhitungan atau formulasinya? 

Mungkin mengenai hal ini, pihak kompasiana perlu memberikan penjelasan lebih detail dengan menyertakan pertimbangannya. Sudah barang tentu, data Rating ini sangatlah penting, sebab ini adalah sebuah peringkat atau pemeringkatan. Para kompasianer tentu bertanya-tanya, bagaimana bisa Kompasiana menentukan Rating untuk masing-masing kompasianer. 

Suatu saat nanti, pastilah data Statistik ini akan diperlukan, misalnya pada acara kompasianival, yang mana akan dipilih kompasianer yang mampu tampil terbaik dan terpilih sebagai Kompasianer Of The Year misalnya. Atau sebagai dasar pertimbangan bagi Kompasiana dalam memberikan apresiasi  atau award berupa materi atau imateriil. Memang sepenuhnya hak Kompasiana dalam memberikan penghargaan bagi Kompasianer berprestasi, namun alangkah lebih baik dilaksanakan dengan terbuka dan fair dalam penilaiannya.

4. Kesimpulan dan saran.

Sekali lagi, upaya yang telah dilakukan oleh Kompasiana dengan adanya fitur Statistik ini patut diacungi jempol, sebab selain memberikan data yang akurat, juga sekaligus memberi penghargaan atau apresiasi kepada seluruh kompasianer dan diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk meningkatkan jumlah dan mutu hasil karya mereka.

Namun demikian yang perlu di kembangkan lebih lanjut adalah :

a. Peran serta dari para pembaca lainnya perlu di akomodir, antara lain adalah di sediakan tombol 'like' atau 'dislike', sehingga dengan demikian maka jumlah like atau dislike dalam periode waktu tertentu, bisa dipertimbangkan bagi sebuah artikel menjadi artikel terfavorit misalnya, atau secara otomatis menjadi headline dlsb.

b. Dalam penentuan rating seharusnya juga menyertakan proporsi artikel yang berkualitas, dalam hal ini jumlah headline dan highlight dibandingkan dengan seluruh artikel yang telah dipublikasikan oleh masing-masing kompasianer. Atau dengan kata lain, secara proporsional, seberapa tinggi kualitas sebuah karya kompasianer dibandingkan dengan seluruh artikel yang telah dihasilkannya sendiri. Dengan demikian, dalam hal ini bukan bicara kuantitas, tetapi proporsinya (ditampilkan dalam prosentase misalnya).

c.  Data Statistik ini bila tidak fair dalam mekanismenya, terutama dalam penentuan Rating, maka bukan tidak mungkin akan menjadi bumerang bagi Kompasiana nantinya. Sebab, tentu para kompasianer juga ingin diperlakukan dengan seadil adilnya, obyektip dan jauh dari subyektifitas individu para admin. Apalagi bila data statistik sebegai pertimbangan dalam menentukan para calon atau nominator dalam rangka acara bergengsi Kompasianival yang dilaksanakan setiap tahun itu.

Salam

 

Artikel terkait :

Menyoal Pemilihan Nominator 'Anugerah Kompasiana'

 

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun