Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Tentang Perjuangan Tim Bantuan Pelni ke Asmat dan Wacana Zakat PNS

8 Februari 2018   16:00 Diperbarui: 9 Februari 2018   10:00 836
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat ini masyarakat Asmat sedang tertimpa musibah Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan penyakit campak. Mengetahui hal tersebut Tim "Pelni Peduli Asmat" langsung menuju lokasi untuk memberikan bantuan. Namun perjuangan mereka cukup berat, terutama saat menembus ombak di laut Arafuru dan medan darat menuju Asmat.

Selain Perjuangan Pelni Peduli Asmat ke Kota Agats,  artikel pilihan Kompasiana hari ini akan mengangkat soal detik-detik banjir di Jakarta Timur dan sejarah Kesultanan Yogyakarta di Tahun 1990.

Dua artikel terakhir akan membahas soal cara mengetahui wilayah penyebaran kopi dan potongan gaji PNS Muslim untuk Zakat. Berikut, 5 artikel pilihan Kompasiana.

1. Perjuangan Pelni Peduli Asmat ke Kota Agats

Ilustrasi: Kompas.com
Ilustrasi: Kompas.com
Pelni membentuk Tim "Pelni Peduli Asmat" untuk membantu masyarakat Asmat yang terkena musibah Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan penyakit campak. Namun perjuangan mereka cukup berat, terutama saat menembus ombak di laut Arafuru dan medan darat menuju Asmat.

Mereka tidak menduga bahwa Ibu Kota Kabupaten Asmat di Kota Agats tidak seperti kota-kota lain yang berupa tanah daratan luas. Kota Agats ternyata merupakan kota di atas rawa-rawa. Secuil daratan hanya ada di dekat dermaga pelabuhan.

Selengkapnya

2. Semalaman Menanti Banjir di Condet, Jakarta Timur

Banjir di Ujung Jalan Ciliwung, Condet. (Foto: Rachmat Hidayat)
Banjir di Ujung Jalan Ciliwung, Condet. (Foto: Rachmat Hidayat)
Kawasan Condet, Jakarta Timur, yang relatif lebih aman dari banjir akhirnya terdampak (Selasa, 5 Februari 2018). Menurut Kompasianer Rachmat Hidayat yang merupakan warga Condet, air mulai masuk menggenangi jalan di kawasan pemukiman sekira setelah shalat ashar. Puncak banjir terjadi pada pukul 23.00 WIB, saat semua badan jalan di Jalan Ciliwung/Buluh, yang melingkupi RW 16, Kelurahan Cililitan, terkena limpahan air Ciliwung.

Selengkapnya

3. Ketahui Wilayah Penyebaran Kopi dengan "Coffee Belt"

Ilustrasi: freshpresso.com
Ilustrasi: freshpresso.com
Sejak dulu Indonesia dikenal penghasil kopi terbaik. Bahkan Indonesia menempati urutan ke 4 untuk eksportir kopi terbesar di dunia setelah brazil, vietnam dan colombia degan cangkupan produksi sekitar 691 ribu ton biji kopi.

Atas prestasi tersebut Indonesia masuk dalam deretan coffee belt yang pasti menghasilkan biji-biji kopi terbaik dunia. Coffee belt merupakan wilayah yang terlihat sebagai satuan wilayah yang tersusun seperti satu deretan, dimana daerah tersebut memiliki kondisi alam yang dibutuhkan tanaman kopi untuk tumbuh subur

Selengkapnya

4. Ini Yogyakarta dan Sultanku di Tahun 1990

Sri Sultan Hamengkubuwana X (tribunnews.com)
Sri Sultan Hamengkubuwana X (tribunnews.com)
Pada 1990-an Yogyakarta sangat eksotis dengan kesederhanaan dan budayanya. Masyarakat pada saat itu masih suka mengunjungi gedung seni sono melihat tingkah kocak seniman teater berlatih. Para seniman seni rupa juga dengan bebasnya nongkrong di sudut Kantor Pos, melukis gedung tua yang berderet di Jalan Malioboro.

Saat itu Yogyakarta juga masih populer cerita tentang kehidupan "mistis". Cerita tentang keraton Yogyakarta yang penuh misteri. Ada cerita-cerita metafisis yang susah dijabarkan dengan sudut pandang modern.

Selengkapnya

5. Para Zakat "Wajib" bagi PNS Muslim, Bagaimana Pengelolaannya?

Ilustrasi (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)
Ilustrasi (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin membuat wacana penarikan zakat sebesar 2,5 persen kepada PNS atau ASN muslim. Kebijakan tersebut dituangkan dalam bentuk Keppres yang disebutnya sebagai "zakat khusus".

Namun wacana harus dipikirkan matang-matang soal pengelolaannya, baik soal kapan dikeluarkan dan penerimaan dan pendistribusiannya. Sebab hal ini terkait dengan teknis ilmu fiqih yang memang harus dibahas bersama dengan para ahli agama Islam, termasuk didalamnya MUI dan juga ormas-ormas Islam terkait.

Selengkapnya

(LBT/yud)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun