Perlu di catat juga pada laga leg pertama kemarin, Vietnam memang terlihat tampil dengan permainan keras disertai dengan pressure yang ketat, total 15 pelanggaran dilakukan Vietnam (Indonesia 10 pelanggaran). Situasi tersebut membuat Timnas Indonesia menjadi kesulitan dan tidak bisa berkembang permainanya.
Akibatnya para pemain timnas sering melakukan kesalahan sendiri. Seperti banyaknya terjadi salah umpan dll. Jelas dengan kondisi seperti itu membuat statistik pertandingan mutlak milik Vietnam dengan penguasaan bolanya mencapai 57 persen berbanding 43 persen milik Indonesia.
Harapan kita tentu semoga saja gaya pressing yang dilancarkan timnas saat memasuki babak kedua pada laga kemarin yang membuat intensitas serangan menjadi cepat itu muncul pada laga nanti malam. Begitu juga dengan strategi Serangan balik Indonesia memang cepat dan ditakuti para pemin vietnam itu juga mucul di pertandingan nanti malam.
Sekali lagi yang penting diketahui adalah Vietnam juga mempunyai peluang besar untuk dapat lolos ke partai final, Apa lagi besok mereka memainkan partai kandang dan mereka juga sudah memiliki modal gol tandang. Tentu kemenangan 1-0 sudah lebih dari cukup bagi The Golden Stars.
3. Timnas Indonesia Kalahkan Vietnam, Asalkan...
Kompasianer Calvyn Toar mengatakan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Alfred Riedl untuk membawa Indonesia melaju ke partai final. Pertama adalah memertahankan penjaga gawang Kurnia Meiga.
Dalam situasi pertandingan sepenting leg ke-2 ini, tidak ada lagi waktu untuk mengutak-atik posisi kiper. Terlalu riskan dan gambling jika harus menempatkan Andritany di posisi tersebut. Mengapa? Karena, selain belum merasakan satu kalipun atmosfer pertandingan sejak fase grup A, Andri perlu waktu adaptasi dan komunikasi dengan pemain belakang.
Kedua, komposisi lini pertahanan seperti pada pertandingan pertama. Kenapa? Seperti yang diurai di atas, komunikasi 4 bek sudah terjalin baik dengan kiper. Jika dipertahankan, besar kemungkinan mereka semakin kompak dan kuat di belakang. Duet bek tengah, Hansamu – Manahati, disiplin menjadi benteng terakhir Meiga.
Ketiga, dengan menggunakan empat pemain tengah. Di atas defender, baiknya Riedl tetap menempatkan 4 Midfielder. Rizky Pora di kiri, Andik Vermansyah di kanan, Bayu Gatra dan Stefano Lilipaly di tengah. Rizky dan Andik sudah pasti akan selalu melakukan penetrasi dari sayap ke jantung pertahanan Vietnam. Catatan bagi keduanya, tidak usah memaksakan membawa bola sendirian, vertikal ke jantung pertahanan.
Selain itu menurut Calvyn, formasi 4-4-1-1 adalah komposisi tepat untuk timnas dengan menempatkan Ferdinan Sinaga dan Boaz Solossa di lini depan.