Apa yang terjadi?
Ashing menemui beberapa kejanggalan atas tewasnya para lansia. Yang pertama, semuanya tinggal seorang diri. Memang perumahan Sinar Abadi adalah kompleks perumahan lama, jadi banyak lansia yang tinggal di sana. Tapi, tidak ada yang kebetulan.
Yang kedua, di dalam rumah mendiang, tidak ditemukan satu pun makanan. Sepertinya para lansia mati kelaparan.
Lalu, yang paling aneh adalah kesaksian warga setelah kejadian itu. Banyak yang melihat penampakan. Para kakek yang sudah meninggal seringkali berkumpul di tempat sampah kompleks perumahan. Mereka terlihat duduk dan mengerubuti tong sampah. Makan sisa-sisa makanan penghuni rumah dengan lahap, seolah-olah sedang berpesta pora di restauran Bintang Lima.
Erl-Kui!
Artinya Hantu Kelaparan. Dalam kepercayaan Tionghoa, hantu-hantu itu adalah arwah yang tidak terurus.
Menurut tradisi, seyogyangya seseorang yang barusan meninggal harus diperlakukan baik oleh para keturunannya agar mereka tidak kelaparan di alam baka. Anak cucu harus menyiapkan makanan di depan foto mereka. Tentu saja, dupa harus ditancap, doa dipanjatkan, izin diberikan. Dengan demikian mereka tidak akan dikutuk menjadi Erl-Kui.
Sementara arwah yang menampakkan diri adalah arwah dari para orang-orang tua yang kelaparan.
Ashing tahu semua itu. Selain karena ia adalah orang Tionghoa, itu juga karena pilihan pekerjaannya. Ya, sejak lama ia ingin menjadi youtuber kisah-kisah horor. Banyak digemari, apalagi jika bisa menunjukkan penampakan.
Dan, itulah alasannya mengapa ia mengambil cuti sebagai kaum rebahan.
**