Latihannya pun bukan di gym mewah. Hanya lapangan terbuka daerah Puncak.
Walaupun begitu, totalitas tetap ditunjukkan oleh Rahmi Kurnia, Dirc Richard, Susilowati, Jefi Triaji, dan Siaw Lung. Semua dipersiapkan secara serius.
Uji coba juga mereka lakukan ke Korea Selatan, Belgia, dan Amerika. Target yang dipatok oleh Alex Harijanto, pelatih taekwondoin Indonesia adalah membawa pulang medali.
Usaha membuahkan hasil. Merah putih berhasil dikerek, meskipun hanya pada tiang kedua.
Ada kisah lucu sekaligus menyedihkan pada saat acara kemenangan berlangsung. Merah putih yang berkibar mendapatkan banyak protes. Dikiranya terbalik. Tersebab bendera Polandia adalah putih merah.
Ketika hadirin dijelaskan mengenai Indonesia, suasana kembali riuh; "Di mana Indonesia."Â Sedih!
Bercelona membawa kesan sendiri bagi Indonesia. Menjadi pemenang tanpa penghargaan. Tersebab saat itu cabang taekwondo di Olimpiade, hanyalah berbentuk pertandingan eksibisi.
Barulah pada tahun 2000 di Sydney, taekwondo resmi menjadi cabang olahraga Olimpiade. Sayangnya, bendera merah putih tidak pernah lagi berkibar di perhelatan olahraga asal Korsel itu.
Siapakah Alex Harijanto?
Ia biasa disapa Master Alex. Tahun 2021 ini usianya sudah 70an, tetapi masih tegap dan sigap berlaga.
Usia tidak menghentikan rasa cintanya terhadap olahraga bela diri ini. Saat ini ia masih rajin melatih dan menaruh perhatian besar terhadap taekwondo Indonesia.