Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Entrepreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Legenda Thio Sam Hong, Sang Taichi Master Pendiri "Bu Tong Pay"

2 Oktober 2020   04:40 Diperbarui: 27 Mei 2021   12:09 6529
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto Peserta Mancanegara yang belajar Taichi di Bu Tong Pay (sumber: boombastis.com)

Kemisteriusannya digambarkan sebagai "naga sakti kelihatan kepala tapi tidak menampakkan ekor", yang menyatakan bahwa Thio Sam Hong lebih banyak dikenal dari kisah legenda, dibandingkan sejarah asli kehidupannya.  

Satu-satunya catatan yang ada hanyalah rupa dari sang pendekar tao ini. Tinggi besar, badan tegap dan tinggi, telinga lebar, mata berseri, dan jenggot yang bagaikan kipas.

Patung Tio Sam Hong (sumber: tionghoa.info)
Patung Tio Sam Hong (sumber: tionghoa.info)
Kisah mengenai Thio Sam Hong, bisa didapatkan dari cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun. Berikut penulis merangkumkan beberapa versi legenda mengenai dirinya.

Masa Kecil.

Disebutkan bahwa semasa kecil ia pernah menjadi biksu cilik di Kuil Shaolin, dan memelajari ilmu silat. Namun karena diperlakukan semena-mena, ia kemudian melarikan diri, menjadi penganut Taoime dan mengembangkan aliran kungfunya sendiri.

Baca juga: Legenda "Sutodjiwo atau Mbah Sutobondo" Jepara

Pertapa Tao yang Lusuh.

Dikisahkan bahwa sebagai seorang pendekar sakti, ia tidak memedulikan penampilannya. Ia juga tidak menjaga kebersihan, dan hanya mengenakan satu stel pakaian tambal sulam dan jubah butut sepanjang tahun.

Oleh sebab itu, guru silat ini juga mendapat julukan sebagai si Pertapa Tao yang Lusuh.

Lukisan Pertapa Tao yang Lusuh (sumber: tionghoa.info)
Lukisan Pertapa Tao yang Lusuh (sumber: tionghoa.info)

Sebelum menetap di gunung Wudang, Thio Sam Hong hidup dengan gaya nomaden. Sebagai seorang pendeta Tao, ia hidup dari belas kasihan orang yang ditemuinya. Ia bisa berada di tempat sunyi dan terpencil, namun kadang juga kelihatan di keramaian tengah kota.

Kesaktian Thio Sam Hong.

Dalam sebuah kisah, disebutkan bahwa suatu waktu ketika ingin berpamitan dari gunung Tai Ping, tempat ia menetap dan bertapa selama beberapa saat, ia mengundang para petinggi desa untuk makan bersama.

Pada saat para tamu sudah datang berkunjung ke tempat tinggalnya, Thio Sam Hong baru sadar, jika ia tidak punya kayu bakar dan sayuran. Sambil meminta para tamu undangan menunggu, pendekar ini berpamitan sebentar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun