Namun sayangnya, dokumen ijazah SD tertulis nama Kentut tanpa "h". Larno sendiri tidak pernah merasa khwatir akan persamaan lafal nama anaknya yang mirip dengan arti "angin yang keluar dari lubang dubur" ini, karena bahasa jawanya adalah Entut, tanpa "k."
Baca Juga:Â Jika Nama Begitu Harum, Mengapa Kentut Memalukan
**
Nah, dari kumpulan cerita di atas, bagaimana memberikan penilaian, apakah nama kamu itu bagus atau tidak?
Cara kerja nama sangat memengaruhi persepsi seseorang yang berasosiasi dengannya. Oleh sebab itu, nama baik atau bukan, cukup sederhana.
Jika kamu menyukai nama itu, maka itulah yang terbaik.
Nama yang disukai, tentu saja memiliki energi yang bagus. Namun terkadang, seseorang tidak menyukai namanya, dengan alasan yang tidak jelas.
Saya menyukai nama Rudy, sementara si Rudy lain, bisa saja tidak terlalu suka. Ia lebih memilih nama tengah, nama keluarga, atau julukan lain sebagai bentuk panggilan utama.
Oleh sebab itu, menyukai nama, tidaklah cukup. Saya sangat menyarankan agar setiap orang dapat memahami makna namanya sendiri dengan cara-cara sebagai berikut:
Arti nama dalam budaya/lingkungan.
Nama tradisional, seperti jawa, arab, atau china yang memiliki makna, tentunya memiliki penjelasan yang jelas. Sudharma, berarti Dharma (Kelakuan) Baik, Bimo berarti Luar Biasa, Yudhoyono berarti Pemenang dalam Peperangan, dan lain sebagainya.
Mengetahui asal-usul nama.
Seringkali nama diberikan tanpa mengetahui arti sebenarnya. Nama Bimo yang berarti Luar Biasa, seringkali bukan menjadi pertimbangan utama dalam penamaan. Bisa saja nama Bimo terkait dengan nama anggota keluarga, atau tokoh yang menjadi panutan.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!