Kematian adalah hal yang menakutkan, meskipun pasti adanya. Setiap orang menunggu dengan cemas, namun tidak diharapkan membias. Atas nama ketidakpastian, hidup dijalani secara normal dan bermoral. Dengan harapan jika saatnya tiba, maka penyesalan tidak akan terjadi.
Tidak seorangpun dapat memastikan, kapan saatnya akan tiba? Meskipun dalam sejarah, konon ada beberapa orang terpilih yang dapat meramalkan secara tepat waktu kematiannya.
Berikut ini daftar orang-orang yang pernah mengalami firasat sampai dengan meramalkan kematian mereka dan terbukti.
Mark Twain
Adalah seorang penulis terkenal Amerika Serikat yang berhasil membukukan banyak karya sastra terkenal. Pada tahun 1890, secara tak terduka Mark Twain pernah mengatakan;
"Aku lahir disertai dengan penampakan Komet Halley dan aku mati bersama dengan penampakan bintang berekor tersebut. Ada satu falsafah bahwa bila mereka datang bersama, maka akan pergi bersama pula."
Komet Halley adalah salah satu komet terkenal yang melintasi bumi setiap 76 tahun sekali. Pada tahun 1835 yang merupakan tahun kelahiran Mark Twain, Komet Halley melintasi bumi. Beliau meninggal pada tanggal 20 April 1910, disaat sang komet kembali melintasi bumi.
William Thomas Stead
Merupakan seorang jurnalis senior yang juga digelar sebagai bapak tabloid modern. Selain menjadi seorang wartawan yang terkenal dengan tulisannya yang pedas dan tajam, beliau juga tertarik dengan dunia fiksi.
Pada tahun 1892, ia merilis sebuah tulisan berjudul "From the Old World to the New." Dalam tulisan tersebut, Stead bercerita mengenai perjalanan kapal pesiar terbesar di dunia bernama Majestic menabrak gunung es dan tenggelam.
Tanpa disangka, pada tahun 1912, Titanic yang juga memiliki sebutan Collosus atau juga Majestic menabrak gunung es ketika sedang berlayar dari Inggris menuju New York. Sekitar 1,500 penumpang meninggal dunia dan salah satu di antaranya adalah William Thomas Stead sendiri.
Abraham de Moivre
Seorang ahli matematika terkenal Prancis yang meneliti tentang kefanaan Komet Halley beserta Edmon Halley (penemu komet Halley). Dalam penelitian tentang kefanaan yang ditekuninya, ia akhirnya menemukan satu teori tentang kematian dan usia hidup seseorang berdasarkan perhitungan matematis.
Pada saat ia berusia 87 tahun, ia berhasil memprediksi bahwa ia akan meninggal dunia pada tanggal 27 November 1754. Tanpa disangka, Moivre meninggal dunia pada tanggal, bulan dan tahun tersebut beserta waktu yang telah dia prediksikan.
Abraham Lincoln
Presiden Amerika Serikat ke-16 yang terkenal atas usahanya dalam membebaskan perbudakan. Ia terbunuh pada saat sedang menonton pertunjukan di suatu gedung.
Beberapa saat sebelum terbunuh, ia telah mendapatkan firasat dalam bentuk mimpi. Mimpi yang sama terus didapatkannya selama beberapa malam sehingga akhirnya ia benar-benar mati terbunuh.
Mimpi tersebut disampaikan oleh Abraham Lincoln kepada Ward Hill Lamon seorang sahabat yang juga pengacara dan bodyguardnya.
Nah, sampai disini kita mungkin memiliki kesimpulan bahwa apa yang dirasakan oleh beberapa contoh diatas, hanyalah merupakan firasat yang kebetulan terjadi.
Namun dalam kasus Abraham de Moivre, sains terlibat lho, apakah itu hanya sekedar firasat atau hitungan matematis? Ternyata hal mengejutkan juga datang dari abad ke-21. Artificial Intelligent atau AI, diklaim telah terbukti dapat meramalkan kematian dengan rasio akurasi diatas 93%.
Baru-baru ini dalam sebuah makalah terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature, menyebutkan bahwa AI ciptaan Google dapat memprediksi kapan seseorang akan meninggal dunia.
Caranya adalah dengan memasukkan data kesehatan elektronik seseorang dan dikelola dengan model pembelajaran (learning mode) dan didapatkanlah hasil prediksi berakurasi tinggi.
Dalam uji coba ini, para peneliti menggunakan 216.000 data pasien dewasa dari dua rumah sakit di AS. Hasilnya, algoritma ini dapat memprediksi kapan pasien harus dirawat di RS dan waktu meninggalnya.
Bukan untuk menakut-nakuti, namun hasil yang didapatkan dapat dimanfaatkan oleh para ahli untuk memprioritaskan perawatan pasien, penyusunan jadwal perawatan, hingga perhatian khusus pada kemungkinan terjadinya darurat medis.
Dari hasil riset terhadap dua rumah sakit, didapatkan tingkat akurasi sebesar 95% dan 93% dalam prediksi kematian pasien. Model ini mengungguli seluruh model prediktif tradisional kasus klinis yang pernah dikenal.
Dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, teknologi ini menuai banyak dukungan dan kecaman sekaligus. Banyak pihak yang mengakui bahwa menggabungkan AI dengan dokter manusia dapat membawa manfaat yang signifikan.
Namun disisi lain, banyak juga yang mengkwatirkan sisi humanis dari pasien dan juga tim medis yang menangani. Data yang dihasilkan dikhwatirkan menjadi sejenis jurnal ilmiah yang pasti. Harus diingat, meskipun tingkat akurasi mencapai 95%, namun masih ada juga sisa 5% yang disebut dengan "harapan."
Selanjutnya, kerahasiaan data pasien juga menjadi suatu masalah tersendiri lagi. Dr Mikhail Varshavski, seorang dokter mengatakan bahwa "Hal yang mengkhawatirkan bagi saya adalah apa yang terjadi dengan data ini dan siapa yang memiliki data ini?"
Beliau mengkhwatirkan jika data tersebut hanya digunakan untuk keuntungan orang-orang atau perusahaan tertentu, bukan untuk kepentingan pasien. Selain itu, Varshavski juga mengingatkan perlunya pengawasan terhadap teknologi ini
Dalam Ilmu metafisika, tersebutlah legenda dari Zhu Ge Liang yang merupakan salah satu ahli strategi perang terkenal Tiongkok Kuno. Beliau hidup pada zaman Three Kingdoms (222-263M) dan telah banyak karya sastra dan kisah fiksi yang mengangkat kemahsyurannya.
Disebutkan bahwa salah satu kelebihan dari Zhu Ge Liang sebagai ahli srategi, tidak terlepas dari pengetahuannya yang mendalam mengenai karya sastra kuno, dan juga ilmu metafisika.
Salah satu warisannya yang paling terkenal dalam ilmu metafisika Tiongkok kuno adalah Zhi Meng Dung Cia yang dilakukan dengan membaca "tanda-tanda alam" untuk memprediksi kejadian berikutnya.
Baca juga:Â Metafisika Tiongkok: Setiap Kejadian akan Berputar Ulang pada Siklusnya.
Konon disebutkan dalam perang besar Wu-Zhang (229M), Zhu Ge Liang telah meramalkan kematian dirinya dengan tepat. Nah apakah ilmu metafisika dapat meramalkan kematian?
Tunggu artikel selanjutnya yang juga menceritakan pengalaman dan pendapat penulis akan prediksi kematian menurut ilmu Numerologi.
Akhir kata:
Penulis menyadari bahwa kematian adalah hal sensitif yang menyinggung masalah keyakinan dan iman. Untuk itu, setiap tulisan dibuat dengan berhati-hati, untuk mencegah timbulnya kesalahpahaman dan pertentangan.
SalamAngka
Rudy Gunawan, B.A., CPS
Numerolog Pertama di Indonesia -- versi Rekor MURI
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI